ADVERTISEMENT

Polisi Cek Forensik Digital Komputer-HP Holywings, Ini yang Digali

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 14:35 WIB
Konferensi pers penetapan tersangka kasus Holywings di Polres Jaksel (Karin-detikcom)
Konferensi pers penetapan tersangka kasus Holywings di Polres Jaksel. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih mengembangkan kasus dugaan penistaan agama terkait promosi minuman beralkohol bagi 'Muhammad' dan 'Maria' di Holywings. Polisi akan melakukan forensik digital terhadap barang bukti yang digunakan untuk memposting promosi di akun resmi Instagram Holywings.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pemeriksaan terhadap manajemen lainnya akan dirumuskan setelah polisi mendapatkan hasil forensik digital terhadap barang bukti yang ada.

"Nanti dari penyidik akan mendatakan berdasarkan alat bukti yang ditemukan saat ini. Termasuk hasil pemeriksaan forensik terhadap PC maupun alat elektronik yang kami sita," kata Budhi saat dihubungi, Sabtu (25/6/2022).

Enam karyawan di bagian kreatif dan promosi manajemen Holywings telah ditetapkan sebagai tersangka. Budhi tidak menampik akan adanya rencana pemeriksaan kepada manajemen Holywings lainnya yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Tentunya penyidik akan mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat atau mengetahui peristiwa tersebut," katanya.

Hard Disk-Laptop Manajemen Holywings Disita

Polisi menetapkan enam tersangka kasus promosi minuman gratis untuk yang bernama 'Muhammad' dan 'Maria' di Holywings. Polisi mengantongi sejumlah alat bukti terkait kasus penistaan agama dan ujaran kebencian atas promosi Holywings tersebut.

"Kejadian Kamis (23/6) di-upload dan kami dapatkan beberapa alat bukti (yakni) keterangan saksi, keterangan ahli, dan kemudian juga kita dapatkan alat bukti dokumen," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dalam jumpa pers di kantornya, Jl Wijaya I, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/6).

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti ke polisi. Di antaranya screenshot postingan akun Instagram Holywings yang memuat promosi minuman gratis bagi pengunjung bernama 'Muhammad' dan 'Maria.

"Kemudian barang bukti yang kita lakukan penyitaan antara lain, yang pertama, screenshot postingan akun ofisial HW; kedua, satu unit mesin atau PC komputer; ketiga, satu buah handphone, kemudian satu buah external hard disk dan satu buah laptop," jelas Budhi.

Dari barang bukti tersebut, polisi menduga bahwa para tersangka menggunakan barang tersebut sebagai sarana promosi.

"Dari barang bukti ini, kami menduga bahwa pelaku atau para tersangka menggunakan sarana-sarana barang bukti yang kami sebutkan tadi untuk memproduksi ataupun sebagai sarana dalam melakukan tindak pidana tersebut," ucapnya.

Polisi sendiri telah menetapkan enam karyawan Holywings sebagai tersangka terkait promo minuman beralkohol gratis bagi orang bernama Muhammad dan Maria. Keenamnya dijerat pasal berlapis.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 156 dan Pasal 156A KUHP yang merupakan pasal penodaan agama. Sedangkan Pasal 28 ayat 2 UU ITE itu mengatur larangan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Berikut keenam tersangka itu.

1. EJD, pria berusia 27 tahun selaku Direktur Kreatif HW
2. NDP, perempuan 36 tahun selaku Head Tim Promosi
3. DAD, pria 27 tahun selaku Desain grafis
4. EA, perempuan 22 tahun selaku Admin Tim Promo
5. AAB, perempuan 25 tahun selaku Socmed Officer
6. AAM, perempuan 25 tahun selaku Admin Tim Promo

Simak Video 'Perkara Promo 'Muhammad-Maria': Holywings Diserbu, Staf Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT