ADVERTISEMENT

GP Ansor DKI Akan Konvoi Holywings Lagi, Polisi Beri Peringatan Keras

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 13:18 WIB
Perkara Promo Holywings
Foto: 20Detik

3 Outlet Holywings Telah Didatangi GP Ansor DKI

Massa dari GP Ansor DKI telah melakukan konvoi protes ke sejumlah outlet Holywings. Total ada tiga outlet Holywings di Gunawarman, Gatot Subroto, Senayan Park, didatangi massa pada Jumat (24/6) malam.

Massa tampak menempel beberapa poster di pagar. Salah satunya yang bertulisan 'Tutup Holywings penista agama'.

"Kita pastikan keberagaman tidak boleh ada yang menyulutnya, kita datang dengan damai, menjunjung aksi ini dengan damai, tidak boleh ada anarkisme, ini titik pertama, mari kita niatkan semoga tidak ada lagi hal yang serupa terjadi," Wakil Ketua PW Ansor DKI Sofyan Hadi, Jumat (24/6).

Polda Metro Jaya sebelumnya telah melarang GP Ansor DKI Jakarta melakukan konvoi ke outlet Holywings buntut promosi minuman dengan nama 'Muhammad' dan 'Maria'. Namun, konvoi itu tetap dilakukan.

Sofyan mengatakan pihaknya menghormati imbauan polisi. Dia menyebut pihaknya bakal mendoakan manajemen Holywings agar bertobat.

"Imbauan kami sangat menghormati dan kami akan tetap melakukan kegiatan seperti agenda yang sudah kita rencanakan. Kami akan melakukan mujahadah dan doa di titik yang sudah kami tentukan Untuk mendoakan manajemen Holywings segera taubat dan tidak mengulangi kejadian tersebut," ujarnya.

6 Tersangka Kasus Holywings

Polisi sendiri telah menetapkan enam orang karyawan Holywings sebagai tersangka terkait promo minuman beralkohol gratis bagi orang bernama Muhammad dan Maria. Keenamnya dijerat pasal berlapis.

"Ada beberapa pasal. Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau pasal 156A KUHP. Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016, yaitu perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dalam jumpa pers di kantornya, Jl Wijaya I, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/6).

Pasal 156 dan Pasal 156A KUHP itu merupakan pasal penodaan agama. Sementara pasal 28 ayat 2 UU ITE itu mengatur larangan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Berikut keenam tersangka itu.

1. EJD, pria berusia 27 tahun selaku Direktur Kreatif HW
2. NDP, perempuan 36 tahun selaku Head Tim Promosi
3. DAD, pria 27 tahun selaku desain grafis
4. EA, perempuan 22 tahun selaku Admin Tim Promo
5. AAB, perempuan 25 tahun selaku Socmed Officer
6. AAM, perempuan 25 tahun selaku Admin Tim Promo


(ygs/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT