ADVERTISEMENT

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Ke-2 di Dunia

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 08:12 WIB
Kualitas udara Jakarta hari ini kembali jadi sorotan. Tak hanya masuk kategori tidak sehat, kualitas udara Jakarta juga masuk dalam daftar yang terburuk sedunia
Ilustrasi (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Kualitas udara di Jakarta hari ini masih berada dalam kategori tidak sehat. Jakarta berada pada peringkat dua dunia setelah Dubai, Uni Emirat Arab.

Hal itu merujuk pada data kualitas udara (air quality index/AQI) dari situs IQAir. Data ranking kualitas udara itu terkumpul per pukul 07.43 WIB, Sabtu (25/6/2022).

DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan catatan AQI atau indeks kualitas udara di angka 173 atau tidak sehat. Sedangkan di urutan pertama Dubai berada di angka 174.

Berikut peringkat kota yang memiliki udara tidak sehat di dunia.

1. Dubai, Uni Emirat Arab catatan AQI 174
2. Jakarta, Indonesia catatan AQI 172
3. Delhi, India catatan AQI 168
4. Lahore, Pakistan catatan AQI 165
5. Riyadh, Arab Saudi catatan AQI 160
6. Santiago, Cile catatan AQI 152

BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Jakarta Memburuk

Sebelumnya, BMKG mengungkapkan penyebab kualitas udara di Jakarta memburuk. Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko menerangkan beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan. Dari data BMKG, kadar polutan berada pada level 148 µg/m3.

Tingginya angka polutan membuat kualitas udara di Jakarta masuk kategori udara tidak sehat. Bahkan polutan tersebut dapat terlihat secara kasatmata.

"Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap," kata Urip seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/6).

Urip menyebut kualitas udara di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber emisi itu berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, ataupun dari sumber regional dari kawasan industri.

Kemudian, emisi dalam waktu tertentu terakumulasi dan menyebabkan meningkatnya polutan di Jakarta. Selain itu, pergerakan angin membuat polutan bergeser dari sumber emisi ke lokasi lain.

"Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini," jelas Urip.

Simak juga 'Penurunan Kualitas Udara di Jakarta Kombinasi Emisi dan Pola Angin':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT