ADVERTISEMENT

Pamer Cabut Izin PT KCN, Anies Minta Ditunjukkan Dalang Polusi Udara

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 21:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan perubahan 22 nama jalan di wilayah Jakarta. Nama-nama jalan itu diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi.
Foto: Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat menunjukkan sumber pencemaran udara di Ibu Kota. Dengan begitu, Anies menyampaikan dirinya bisa menentukan langkah penindakan terhadap para pelaku pencemaran udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Kami butuhkan kerja bersama, ambil langkah yang jelas dan tunjukkan siapa yang menjadi kontributor terhadap penurunan kualita udara di kawasan Jawa bagian Barat, bukan hanya di Jakarta kalau sudah soal kualitas udara tapi Jawa Bagian Barat, foto dan videonya ada," kata Anies kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Eks Mendikbud itu memandang pentingnya keterbukaan informasi mengenai penyebab pencemaran udara. Tujuannya demi menggugah kesadaran masing-masing individu hingga pelaku industri untuk mengurangi emisi gas buang hasil pembakaran.

"Mari kita kurangi emisinya, bukan hanya di jajaran pemerintah saja, termasuk industri, termasuk pembangkit energi apakah pembangkit energi menghasilkan emisi yang berkontribusi signifikan pada kualitas udara Jakarta," ujarnya.

"Sumber-sumber itu harus ditunjukkan, sehingga sumber itu bisa melakukan koreksi," sambungnya.

Anies kemudian mencontohkan tindakan Pemprov DKI yang mencabut izin lingkungan PT KCN imbas polusi udara di Marunda, Jakarta Utara. Menurutnya, ini merupakan salah satu contoh aksi nyata Pemprov DKI dalam menindaktegas pelaku pencemaran lingkungan.

"Contoh ketika di Marunda, sebuah perusahaan melakukan kegiatan yang menghasilkan polusi udara maka hari Senin kemarin dilarang beroperasi lagi, tindakan Pemprov tegas. Yang penting kita tunjukkan siapa pelakunya dan ditindak," tandasnya.

Anies juga berharap langkah tegas ini juga diikuti oleh wilayah lainnya. Bila diperlukan, dia menyarankan agar mencabut izin operasional industri yang menjadi biang kerok polusi udara.

"Kami berharap berbagai wilayah, karena dampak dari udara itu bukan hanya di Jakarta, tindak itu. Kalau perlu lakukan pemberhentian izin operasinya karena mengganggu kesehatan masyarakat," imbuhnya.

Baca berita selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT