ADVERTISEMENT

Polusi di DKI juga Disebabkan Sumber Pencemaran Udara Belum Terkendali

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 16:21 WIB
Polusi udara masih jadi salah satu persoalan yang terus diupayakan solusinya di Jakarta. Berikut penampakan Kota Jakarta yang tampak dikepung kabut polusi.
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Koalisi Ibu Kota) menyoroti kualitas udara di Jakarta yang menjadi terburuk di dunia. Koalisi Ibu Kota menganggap gelar 'juara dunia' udara buruk menjadi kado perayaan HUT DKI Jakarta ke-495.

"Tercatat sejak 15-20 Juni 2022 kualitas udara secara berturut-turut untuk kota Jakarta berada di urutan teratas kota dengan polusi tertinggi di dunia pada pengukuran udara di pagi hari. Kualitas udara yang tidak sehat dirasakan warga Jakarta jelang Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-495 pada tanggal 22 Juni 2022," demikian kata Koalisi Ibu Kota seperti dalam siaran pers, Selasa (21/6/2022).

Juru Kampanye Iklim dan Energi Green Indonesia Bondan Andriyanu menyatakan polusi udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat merupakan fakta yang tak terbantahkan. Selain faktor cuaca, polusi udara disebabkan belum terkendalinya sumber pencemaran udara.

"Salah satu penyebabnya memang cuaca, tetapi penyebab utama lainnya adalah masih adanya sumber pencemar udara (bergerak dan tidak bergerak) yang terbukti belum bisa dikendalikan serius melalui kebijakan yang seharusnya diambil oleh pemerintah," kata Bondan.

Hal ini bukan saja merujuk pada data IQAir, tapi juga data resmi dari Kementerian LHK hingga Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Tercatat, partikel polusi udara dari PM 2.5 mengalami peningkatan saat dini hari hingga pagi hari.

"Hal ini terjadi karena tingginya kelembaban udara sehingga menyebabkan peningkatan proses adsorpsi atau perubahan wujud dari gas menjadi partikel atau dikenal dengan istilah secondary air pollutants," terangnya.

Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup ICEL Fajri Fadillah memandang polusi udara Jakarta menyoroti maraknya industri penyumbang pencemaran udara yang berdiri di luar wilayah Jakarta. Dia pun mengingatkan agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan rutin melakukan di wilayah sekitar Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

"Polusi udara yang terjadi di Jakarta adalah permasalahan lintas batas. Sumber-sumber pencemar udara dari luar Jakarta, terutama dari industri dan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, cukup signifikan berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara Jakarta," ujar Fajri.

"Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi tidak lagi perlu saling tuding ataupun berdebat mengenai sumber pencemar udara di Jakarta. Seharusnya mereka dengan cepat menyusun langkah-langkah pengendalian pencemaran udara yang lebih ketat bersama. Baku mutu emisi baik untuk kendaraan bermotor maupun untuk industri seperti pembangkit-pembangkit listrik bertenaga fosil harus diperketat. Kedua sumber pencemar udara sama-sama perlu diperketat," sambungnya.

Simak video '5 Aplikasi Terbaik untuk Cek Kualitas Udara':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT