ADVERTISEMENT

KPK Duduk Bersama dengan ICW Bahas Berantas Korupsi hingga Vonis Koruptor

M Hanafi - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 16:29 WIB
KPK dan ICW duduk bareng bahas upaya pemeberantasan korupsi
KPK dan ICW duduk bareng membahas upaya pemeberantasan korupsi. (Foto: dok. Istimewa)

KPK, menurut Ali, masih terus berupaya memperbaiki tata manajemen aset hasil rampasan tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan cara melelang benda sitaan tanpa harus menunggu keputusan pengadilan.

"KPK terus berupaya membenahi tata kelola aset hasil tindak pidana korupsi, yakni dengan melakukan lelang benda sitaan tanpa harus menunggu putusan pengadilan dan penerapan pasal tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana korporasi. KPK juga senantiasa memanfaatkan laporan hasil analisis PPATK dan laporan hasil pemeriksaan BPK untuk menelusuri aset hasil tindak pidana korupsi," ucapnya.

Selain itu, Ali menyebutkan KPK menghargai upaya-upaya yang dilakukan ICW yang sejalan dengan tujuan KPK, yaitu menyebarluaskan nilai antikorupsi. Menurut Ali, ICW sangat berperan dalam menjalankan program pendidikan antikorupsi kepada masyarakat.

Adapun terkait pemberantasan korupsi, Ali menjelaskan bahwa itu bukan hanya tugas KPK. Menurutnya, KPK dan ICW memahami bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan di berbagai lini, termasuk pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

"Upaya pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan oleh KPK sendirian, melainkan perlu partisipasi dan dukungan segenap masyarakat, termasuk dari kalangan masyarakat sipil. Selama ini KPK selalu menerima berbagai masukan, kritik, dan saran dalam upaya pemberantasan korupsi yang lebih optimal. KPK dan ICW sepakat pemberantasan korupsi harus dilakukan di segala lini, bukan hanya melalui penindakan, melainkan juga dengan langkah pencegahan dan pendidikan antikorupsi." imbuhnya.

Audiensi KPK dan ICW itu berlangsung tertutup. Dalam pertemuan itu, hadir pimpinan KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron, bersama Kepala Biro Hukum Ahmad Burhanudin, Direktur Penuntutan Fitroh Rohcahyanto serta perwakilan jaksa KPK.


(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT