ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

SDA Jabar: Proyek Tembok Antilongsor Cilebut Ambrol karena Faktor Alam

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 19:09 WIB
Tembok antilongsor Cilebut longsor (Muchamad Sholihin/detikcom)
Foto: Tembok antilongsor Cilebut longsor (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Tembok Penahan Tanah (TPT) alias tembok antilongsor yang tengah dibangun di Jl. Raya Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, ambrol. Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Jawa Barat menyebut proyek yang hampir rampung itu ambrol karena faktor alam.

Pengelola SDA Ahli Muda Dinas SDA Jawa Barat Yulianti Juhendah menyatakan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya longsor di proyek tembok antilongsor adalah debit air di aliran irigasi Sungai Cisadane yang selalu meningkat.

Luapan air di saluran irigasi dari Sungai Cisadane, kata Yulianti, mengalir hingga Sungai Cipakancilan dan menggerus pondasi tembok yang belum optimal. Pondasi yang kemudian rapuh, mengakibatkan tembok antilongsor yang sudah hampir rampung itu ambrol.

"Pada Hari Sabtu, 18 Juni 2022 telah terjadi kerusakan (longsor, red) pada pekerjaan tembok penahan tanah di Jalan Raya Cilebut, akibat debit air saluran irigasi Cisadane Empang yang sangat tinggi, yang terakumulasi dari awal pelaksanaan pekerjaan sehingga mengakibatkan gerusan pada lapisan dasar saluran," kata Yulinati kepada detikcom, Minggu (19/6/2022).

Tembok antilongsor Cilebut longsor (Muchamad Sholihin/detikcom)Foto: Tembok antilongsor Cilebut longsor (Muchamad Sholihin/detikcom)

Selain itu, lanjut Yulianti, beban jalan di atas proyek pembangunan tembok antilongsor juga menambah pengaruh negatif terhadap konstruksi tembok yang belum optimal.

"Juga terindikasi beban getaran lalu lintas kendaraan, berpengaruh kepada konstruksi TPT yang belum mencapai kekuatan optimum," kata Yulianti.

"(Konstruksi bangunan) sudah sesuai standar. Penyebab longsor lebih ke faktor alam," tambahnya.

Dugaan penyebab longsor, kata Yulianti, diketahui setelah pihak SDA melakukan rapat koordinasi bersama penyedia jasa dan pelaksana proyek pembangunan tembok antilongsor Jl. Raya Cilebut tadi sore. Dari hasil rapat, kemudian pihak pelaksana proyek untuk bertanggungjawab dan melakukan perbaikan.

"Penanganan selanjutnya, memerintahkan penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan karena masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa," sebut Yulianti.

Pembangunan tembok antilongsor Jl. Raya Cilebut dimulai awal April 2022 lalu. Dengan dana sebesar Rp 450 Juta dari Pemprov Jawa Barat, pembangunan ditarget selesai selama 90 hari kalender.

Lokasi pembangunan sendiri berada di Jl. Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. Tembok antilongsor rencananya akan dibangun sepanjang 18 meter dengan tinggi 8 meter.

Luas area pembangunan TPT (tembok penahan tanah) ini, meleset dari rencana awal. Hal itu karena keterbatasan anggaran yang dicairkan oleh Pemprov Jawa Barat.

"Anggarannya terbatas. Pengajuan selalu kami ajukan, tapi anggaran yang turun tidak selalu seperti yang kami usulkan. Untuk titik yang sekarang dikerjakan, pengajuan anggaran Rp 1 milyar, tapi yang cair hanya Rp 450 jutaan. Dari panjang TPT yang diajukan 30 meter, disetujui hanya 18 meter," kata Yulianti saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Diketahui, pembangunan TPT ini sangat ditunggu warga. Sebab, tebing Jalan Raya Cilebut yang di bawahnya merupakan aliran Sungai Kali Baru dikhawatirkan longsor. Jika tidak diantisipasi dengan TPT, longsor akan mengganggu akses Jalan Raya Cilebut.

Jalur ini merupakan jalur penting karena menjadi akses utama menuju Stasiun Cilebut dan jalur yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Jalur ini membentang mulai Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, melewati Stasiun Cilebut, Stasiun Bojonggede, dan berujung di kawasan tengah Kota Depok.

Tonton juga Video: Top 5: Rumah Nikita Mirzani Dikepung Polisi hingga Udara Jakarta Terburuk

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT