ADVERTISEMENT

Legislator Perempuan Puji Kapolri Tepati Komitmen terhadap Polwan

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 20:32 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Rakernis Gabungan Satker Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai menepati komitmen yang disampaikannya saat fit and proper test calon Kapolri setahun lalu. Yakni, mendorong pengembangan karier polisi wanita (polwan).

Seperti diketahui, hari ini Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengumumkan sejumlah nama polwan yang dipromosikan pada jabatan strategis, pun diberi kenaikan pangkat.

"Tentu saya mengapresiasi dan menyambut sangat baik telegram yang diumumkan hari ini, siang tadi ya. Ini sebetulnya adalah bagian dari komitmen Pak Kapolri ketika fit n proper test," kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem, Eva Yuliana, kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).

Eva mengilas balik komitmen Sigit saat fit and proper test, yang hendak mendorong polwan bersaing dengan polisi laki-laki. Saat itu, jelas Eva, Sigit mengatakan akan membuka ruang bagi polwan yang cakap, berintegritas, dan kompeten di bidangnya.

"Beliau menyampaikan ketika nanti beliau Kapolri, yang akan dilakukan beliau salah satunya adalah bagaimana mendorong para polwan ini untuk bisa mengembangkan kariernya secara adil, bukan kemudian semata-mata para polwan didorong untuk bisa naik pangkat dan jabatan, bukan itu," tegas Eva.

"Tapi didorong secara profesional, ketika ada polwan yang memang cakap, berintegritas, berkompeten, kenapa tidak?," sambung dia.

Eva mendukung langkah-langkah Sigit dalam merealisasikan komitmen pengembangan karier polwan. Eva pun menilai Sigit membuktikan dia memimpin Polri secara adil dan profesional.

"Saya tentu mendukung dengan amat sangat komitmen tersebut. Ini betul-betul Pak Sigit sebagai Kapolri memang mewujudkan segala komitmennya saat fit and proper test. Ini wujud suatu keniscayaan bagaimana memimpin secara adil dan profesional," ucap Eva.

Eva menyampaikan selama ini polwan terkesan hanya sebagai 'pelengkap' atau 'pemanis'. Namun, dengan banyaknya polwan yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis di kepolisian, lanjut Eva, terlihat adanya gerakan perubahan yang dilakukan Sigit.

"Yang selama ini terjadi kan polwan itu sebagai pelengkap dalam institusi, polwan mungkin sebagai 'hiasan'. Namun saat ini kita melihat satu perubahan yang sangat membahagiakan. Pada periode awal Pak Sigit menjabat, kita melihat ada wakapolda dari polwan (Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Ida Oetari)," terang Eva.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT