ADVERTISEMENT

Mendagri Paparkan Dampak Pemekaran Papua bagi Birokrasi dan Pembangunan

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 15:52 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Gubernur Papua Lukas Enembe. (Dok. Kemendagri)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan alasan pemerintah dan DPR sepakat mempercepat pemekaran Papua jadi 5 provinsi. Tito mengungkap pemekaran bisa memperpendek birokrasi dan mempercepat pembangunan.

"Pemekaran ini akan dapat mempercepat pembangunan, kenapa? Satu birokrasi pendek," kata Tito kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Selasa (21/6/2022).

Tito lalu menjelaskan orang-orang di Papua selama ini terkendala jarak yang jauh untuk urus birokrasi. Dia menyebut orang yang berada di Asmat, Paniai, Intan Jaya, dan sekitarnya harus menghabiskan biaya untuk urus birokrasi di Jayapura.

"Dengan adanya reforma birokrasi pendek maka pengambilan keputusan akan cepat. Lebih simpel, pelayanan publik akan lebih baik nantinya, ini masalah kesejahteraan," ucapnya.

Selain itu, Tito menyebut kondisi geografi Papua yang sangat luas dan bermedan berat juga menyulitkan masyarakat di sana. Karena itu, menurut dia, upaya pemekaran Papua bisa mengatasi ini.

"Nah ditambah kita tahu geografi Papua ini luas sekali ya, 3 kali Pulau Jawa, dan medannya berat hutan gunung, ketersebaran masyarakat tinggi sekali. Karena itu, percepatan pembangunan ini salah satunya kuncinya adalah melakukan pemekaran," ujar dia.

Tito mengatakan pemekaran bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Dia juga menyebut contoh ketika Papua Barat dibentuk, maka wilayah di sekitarnya menjadi maju.

"Dengan model ini kita replikasi di sementara 3 Provinsi Papua, harapan kita bisa terjadi percepatan pembangunan. Pembahasan akan jalan, kita harap sesuai jadwal, sehingga tahun depan sudah bisa akan melakukan pemekaran itu," tuturnya.

Simak juga video 'Membangun Masa Depan Timika di Sekolah Taruna Papua':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT