4 Hal Terkini Seputar Penutupan Tebet Eco Park

ADVERTISEMENT

4 Hal Terkini Seputar Penutupan Tebet Eco Park

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 07:14 WIB
Taman Honda atau Tebet Eco Park menutup diri dari kunjungan hingga akhir bulan ini. Pengunjung yang sudah terlanjur datang pun kecele dan kembali pulang.
Penutupan sementara Tebet Eco Park (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Taman Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, ditutup sementara usai belum lama dibuka pasca-renovasi. Penutupan itu dilakukan karena Tebet Eco Park akan dijadikan zona emisi rendah yang bakal mendukung Program Langit Biru untuk mengendalikan pencemaran udara Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memandang perlu ada solusi dalam waktu dekat untuk mengatasi permasalahan di Tebet Eco Park karena tingginya minat masyarakat menyambangi taman itu. Riza mengakui kondisi ini berimbas pada parkir liar hingga pedagang kaki lima yang menjamur di sepanjang jalan. Atas hal ini, Pemprov DKI memutuskan menutup sementara taman itu sambil menyediakan fasilitas penunjang.

"Itu juga mengganggu lingkungan sekitar dan warga sekitar. Untuk itulah kami lakukan sementara ditutup untuk ditertibkan nanti akan disiapkan tempat-tempat yang ada akan kita maksimalkan nanti akan disiapkan tempat untuk kuliner, untuk UMKM di situ," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (16/6).

detikcom pada Minggu (19/6/2022) merangkum sejumlah hal terkait penutupan Tebet Eco Park. Berikut ini informasi terkininya:

1. Alasan Utama Tebet Eco Park Ditutup Sementara

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkap alasan utama penutupan Tebet Eco Park. Penutupan disebut dilakukan karena jumlah pengunjung yang membeludak.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa penutupan memang perlu dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, karena jumlah pengunjung yang mengunjungi kawasan Tebet Eco Park ini luar biasa membeludaknya," kata Syafrin saat ditemui di Tebet Eco Park, Sabtu (18/6).

Syafrin menjelaskan kapasitas Tebet Eco Park 10 ribu pengunjung dalam waktu yang bersamaan. Namun, beberapa waktu lalu, angkanya mencapai 60 ribu pengunjung.

"Dari perencanaan awal, sebagaimana yang disampaikan rekan-rekan Pertamanan dan Hutan Kota, kapasitas Tebet Eco Park ini dalam waktu yang bersamaan paling tidak 10 ribu (orang). Tapi kemudian kemarin sampai 60 ribu pengunjung," jelas Syafrin.

Akibat lonjakan tersebut, kemacetan tak terhindarkan karena banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan. Untuk itu, lanjut Syafrin, pihaknya perlu melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Ini dilakukan agar nantinya pengunjung bisa mendapatkan manfaat dari adanya taman ini.

"Tentu kami Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan evaluasi sehingga, pada saat kembali Tebet Eco Park ini dibuka, masyarakat yang akan berkunjung mendapatkan nilai manfaat dari mereka berkunjung ke sini. Yang seharusnya mereka mendapatkan manfaat menikmati taman ini, karena jebolnya pengunjung itu tidak didapatkan," ujarnya.

Simak 3 hal terkini lainnya di halaman selanjutnya:

Simak Video: Warga Kecewa Tebet Eco Park Ditutup: Padahal Sudah Datang Jauh-jauh

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT