ADVERTISEMENT

Sindiran Demokrat ke NasDem gegara Jenderal Aktif Jadi Bakal Capres

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2022 21:09 WIB
Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menyerahkan jabatan Panglima TNI kepada Jenderal Andika Perkasa. Acara berlangsung dalam upacara sertijab di Mabes TNI, Jakarta Timur.
Jenderal Andika Perkasa (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

NasDem memilih Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa jadi salah satu dari tiga bakal calon presiden yang akan diusung pada 2024. Ternyata keputusan memilih Jenderal Andika Perkasa jadi sorotan Partai Demokrat.

Sebelumnya, tiga nama bacapres diumumkan oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh pada Rakernas NasDem hari terakhir di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6). Surya Paloh mengumumkan ketiga nama itu, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Terpilihnya Jenderal Andika Perkasa jadi salah satu bacapres tidak luput dari sorotan. Salah satu yang menyoroti adalah Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief.

Andi Arief berpendapat, Andika, yang masih berdinas aktif di TNI, sebaiknya tak dilibatkan dalam politik elektoral.

"Sebaiknya jenderal aktif jangan dilibatkan dalam politik elektoral, kecuali pensiun seperti para jenderal lain yang sudah menempuh jalan sipil," kata Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (18/6/2022).

Andi Arief juga mengunggah komentar soal diusungnya Jenderal Andika oleh Partai NasDem sebagai bakal capres 2024 di laman akun Twitternya. Dia menyinggung sikap Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

"Bolehkan Pak Andika dipinang menjadi calon capres? Pasti boleh. Namun menggodanya berpolitik di saat menjadi Panglima TNI, saya tak mengerti maksud Pak Surya Paloh," cuit Andi Arief pagi ini.

Dia pun juga mencuitkan soal kemandirian bakal capres. "Apa yang kita tunggu? Yang ingin menjadi Capres yang mendeklarasikan dirinya dan bicara dalam forum-forum partai. Kemandirian bakal Capres dan kemandirian partai. Jangan ada King Maker di antara kita," cuit Andi lagi.

Simak respons NasDem di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT