ADVERTISEMENT

Wakil Ketua MPR Bicara Peran Penting Alumni Timur Tengah Jaga Pancasila

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2022 00:39 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani
Foto: Dok Istimewa
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani bicara soal jasa-jasa dan peran penting Alumni Timur Tengah dalam menjaga Pancasila. Muzani mengatakan sejarah Alumni Timur Tengah membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kuat.

"Dalam sejarahnya alumni Timur Tengah telah membuat nusantara sampai menjadi Indonesia menjadi dikenal sebagai sebuah kekuatan bangsa. Kita bisa hidup rukun dalam aneka Kebhinekaan dan saling toleran serta menghormati satu sama lain karena para ulama dari Timur Tengah," ujar Muzani, dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022).

Hal itu disampaikan saat sambutan di acara Silaturahmi dan Musyawarah Nasional 1 Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Muzani lantas menjabarkan peran alumni Timur Tengah dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Muzani mengatakan hal itu tercermin dari konsep negara dan keyakinan beragama di Indonesia yang seling beriringan. Muzani menyebut alumni Timur Tengah memiliki kontribusi memberi kesejukan di tengah masyarakat Indonesia.

"Konsep negara dan keyakinan beragama di Indonesia saling bertemu. Di banyak negara berbeda keyakinan bisa menjadi perang. Indonesia tentu berbeda, keanekaragaman menjadi satu kekuatan meski kita berbeda dalam keyakinan. Pertentangan agama dan konsep negara banyak berujung pada pertumpahan darah. Di Indonesia tidak ada perang agama, tidak ada pertentangan itu, yang ada hanya saling menghormati dan itu adalah kontribusi dari alumni Timur Tengah," ujar Muzani.

Dalam sejarahnya KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 yang mendirikan organisasi Muhammadiyah. Termasuk alumni Timur Tengah lainnya KH Muhamad Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah yang mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) di tahun 1926.

Muzani menilai dua organisasi itu berperan penting dalam kemajuan dakwah Islam. Termasuk memengaruhi konsep negara Indonesia.

"Peran mereka telah terbukti sejak memperjuangkan kemerdekaan, mendapatkan pengakuan internasional, mempertahan kemerdekaan, sampai mengisi kemerdekaan dari dulu sampai sekarang. Peristiwa fatwa jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asyri kemudian menjadi landasan bagi rakyat Surabaya untuk melawan datangnya penjajah kembali, Belanda dan Inggri," kata Muzani.

"Itulah yang kemudian dikenal dengan periswtiwa 10 Novermber 1945. Ini salah satu bukti betapa ulama alumni Timur Tengah begitu komit kepada bangsa dan negaranya," sambungnya.

Tidak hanya itu, para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta kata Muzani juga mendapat pengaruh dari pemikiran keagamaan yang disebarkan alumni Timur Tengah.

"Para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta juga banyak dipengaruhi oleh pemikiran keagamaan yang disebarkan oleh alumni Timur Tengah. Bahkan konsep-konsep kenegaraan kita banyak dirasakan sampai saat ini. Termasuk pemikiran-pemikiran yang berkembang dalam perumusan dasar negara juga cukup menarik untuk diikuti. Itulah yang kemudian melahirkan dasar negara Pancasila. Mantan Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara bahkan pernah mengatakan bahwa Pancasila adalah hadiah terbesar umat Islam bagi bangsa Indonesia," jelas Muzani.

Sekjen Gerindra itu menambahkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan wujud atas keberagaman dan toleransi di Indonesia. Dia mengatakan Pancasila harus jadi bagian inti membangun bangsa.

"Itulah jasa-jasa para alumni Timur Tengah kita. Kalau mau jujur, jasa jasa alumni Timur Tengah tidaklah kecil dalam mewujudkan Indonesia sampai saat ini. Pancasila milik kita semua, milik semua bangsa Indonesia. Pancasila harus menjadi bagian inti dalam membangun bangsa dan negara. Begitu pun Alumni Timur Tengah yang telah menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Simak juga 'Polisi: Khilafatul Muslimin Sebut Pancasila Tak Bertahan Lama':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT