ADVERTISEMENT

Bertemu Mufti Rusia, Ketum PKB Serukan Umat Islam Damaikan Perang

Rhazes Putra - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 13:22 WIB
Bertemu Mufti Rusia, Ketum PKB Serukan Umat Islam Damaikan Perang
Foto: Dok. PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan perdamaian adalah kunci stabilitas ekonomi dunia. Menurutnya, peperangan yang terjadi di Rusia dan Ukraina sangat berdampak di berbagai sektor seperti ekonomi, minyak, hingga kebutuhan pokok.

Salah satu kekuatan yang ia harap bisa membawa perdamaian adalah kekuatan umat Islam. Dia mengatakan umat Islam di Rusia dan Ukraina yang jumlahnya cukup banyak seharusnya dapat bersatu mewujudkan perdamaian kedua negara.

"Umat Islam di Rusia dan Ukraina untuk bersatu mewujudkan perdamaian kedua negara yang hingga kini masih dilanda perang. Saya tadi tanya (ke Mufti Rusia) harga-harga naik semua gara-gara perang, pangan mulai berkurang, negara-negara sudah nggak mau impor makanan karena mahal, terutama jagung dan makanan yang bersumber dari produksi Ukraina dan Rusia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/6/2022).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar Majelis Rahmatan Lil Alamin bertajuk 'Umat Islam Penggerak Perdamaian Dunia' yang dihadiri oleh Mufti Rusia, Albir Krganov, Habib Hasan bin Ja'far serta Habib Geys bin Abdurrahman di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Kamis, (16/6)

Dia mengutip salah satu ayat bahwa Islam yang diturunkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW adalah agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Sebab itu, kekuatan umat Islam ia yakini mampu mewujudkan perdamaian itu di seluruh penjuru dunia.

"Kekuatan umat Islam Rusia dan Ukraina begitu luar biasa, moga-moga kekuatan muslim Rusia dan kekuatan muslim Ukraina ditambah kekuatan muslim Indonesia bisa mewujudkan perdamaian di kedua negara," ujarnya.

"Umat Islam di Rusia menderita, umat Islam di Ukraina menderita, dan kita harus tolong dengan berusaha agar Indonesia bisa mewujudkan perdamaian dunia," imbuh Muhaimin.

Lebih jauh, Wakil Ketua DPR RI ini menyatakan saat ini persaingan ekonomi tidak mampu menjadi jembatan perdamaian, tapi justru melahirkan peperangan. Pun demikian dengan budaya yang berbeda-beda sebetulnya bisa menjadi penyatu dan perekat, tetapi justru peperangan terjadi di belahan dunia karena ekonomi dan budaya, termasuk yang terbaru antara Rusia dan Ukraina.

Begitu juga pendidikan yang semakin maju, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Muhaimin berujar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini belum sepenuhnya melahirkan perdamaian sebab banyak disalahgunakan menjadi alat kekerasan dan perpecahan.

"Di Amerika Serikat yang tidak pernah perang selama ini malah justru pembunuhan karena terdapat kebebasan penggunaan senjata-senjata dengan teknologi terbaru. Kita bersyukur bebas dari kekerasan dan pertumpahan darah, alhamdulillah. Kita bersyukur Indonesia telah melampaui semua ancaman kekerasan dan perpecahan. Kita bersyukur semua potensi konflik perpecahan telah bisa kita atasi dengan baik," pungkasnya.

Simak juga 'Zelensky: Semakin Kuat Senjata Kita, Semakin Cepat Rakyat Bebas':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT