ADVERTISEMENT

Ketua PBNU: Anggota Khilafatul Muslimin Perlu Diberi Wawasan Kebangsaan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 06:54 WIB
Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi
Foto: Fahrur Rozi (dok. istimewa)
Jakarta -

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahruf Rozi setuju dengan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi, yang meminta agar anggota kelompok Khilafatul Muslimin dirangkul. Fahruf menilai anggota Khilafatul Muslimin perlu diberikan Wawasan Kebangsaan yang baik dan benar.

"Mereka (anggota Khilafatul Muslimin) perlu diberi Wawasan Kebangsaan yang baik dan benar. Mereka mungkin selama ini mendapatkan pelajaran yang kurang tepat tentang Islam wasathiyah," kata Fahruf kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

"Maka kita sependapat jika pemerintah perlu membina mereka melalui ormas Islam moderat, agar mereka berubah pandangan dan memahami pentingnya NKRI," lanjutnya.

Fahruf menjelaskan Rais Aam PBNU menyatakan bahwa dakwah adalah upaya mengajak, merangkul, membina, hingga membela. Namun, untuk anggota Khilafatul Muslimin yang diduga melakukan tindak pidana, Fahruf mendukung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Rais Aam PBNU juga menyatakan bahwa dakwah itu mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela. Adapun jika mereka melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum, harus diselesaikan sesuai aturan undang-undang," ucapnya.

Lebih lanjut Fahrur menyampaikan ormas Islam juga berkewajiban untuk memberikan dakwah yang santun, sebagai upaya mencegah berkembangnya paham intoleran dan radikalisme. Dia menyebut ada tiga pendekatan yang berlaku di Nahdlatul Ulama untuk mencegah paham intoleran dan radikalisme berkembang.

"Menjadi tugas kita bersama, segenap ormas Islam, untuk melakukan pendekatan dakwah yang santun (soft approach) dalam mencegah berkembangnya paham intoleran dan radikalisme di Indonesia. Pendekatan itu dalam NU terdapat dalam tiga kegiatan, yakni pendidikan keislaman yang toleran, kampanye Islam Nusantara dan pembinaan keluarga dan masyarakat dengan memperbanyak kader da'i Aswaja NU di berbagai media," imbuhnya.

Wamenag Minta Khilafatul Muslimin Dirangkul

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, anggota kelompok Khilafatul Muslimin harus dirangkul agar kembali kepada pemahaman yang benar. Zainut meminta penyuluh Kementerian Agama (Kemenag) hingga ormas untuk memberi pendampingan anggota Khilafatul Muslimin.

"Harus, perlu dirangkul lagi untuk dikembalikan pemahamannya agar menerima dan mencintai NKRI. Penyuluh juga akan melakukan edukasi untuk itu," kata Zainut dilansir detikJateng, Kamis (16/6).

Simak Video 'Jadi Pedoman Khilafatul Muslimin, Apa Itu Ajaran Kartosuwiryo?':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT