ADVERTISEMENT

Ajaran Kartosuwiryo yang Dianut Khilafatul Muslimin dan 14 Ribu Warganya

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 21:21 WIB
Ilustrasi Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Kartosuwiryo (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap ada 14 ribu warga yang tergabung dalam Khilafatul Muslimin di berbagai daerah. Para anggota Khilafatul Muslimin tersebut diberi buku ajaran Kartosuwiryo yang dijadikan pedoman sehari-hari.

"Warga-warga ini setelah mereka dibaiat akan diberikan buku saku. Buku saku ini latar belakang tegaknya Khilafatul Muslimin. Ini buku saku mereka di mana merujuk pada darul islam Kartosuwiryo. Acuan mereka ini mengacu pada ajaran dari pada Kartosuwiryo," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Ajaran Kartosuwiryo

Dikutip dari buku berjudul 'Biografi Singkat 1907-1962 SM Kartosuwiryo' karya Ade Firmansyah, Kartosuwiryo selama hidupnya aktif belajar tentang Islam. Kartosuwiryo kagum dengan prinsip-prinsip dasar yang dipegang oleh gurunya, Tjokroaminoto. Pemikiran-pemikiran Kartosuwiryo terhadap Islam pun turut dipengaruhi oleh sang guru.

Kartosuwiryo mengartikulasikan gagasan Islam yang langsung diambil dari Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang membuat Kartosuwiryo memproklamirkan Darul Islam di Cisampak, Tasikmalaya pada 7 Agustus 1949.

Begini bunyi proklamasinya:

Kami umat Islam Indonesia menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia. Maka hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia adalah hukum Islam.

Kepada anggota Darul Islam, ia selalu menekankan bahwa tidak ada yang sia-sia berjuang demi Islam. Jika tidak diwujudkan di dunia, akan dibalas di akhirat.

Kematian karena memperjuangkan Darul Islam, disebut Kartosuwiryo, akan diganjar Allah dengan masuk surga. Anggota Darul Islam pun terbakar semangat dengan janji-janji ini dan membuat mereka tahan akan tekanan dan penderitaan. Tentunya ini yang membuat kekuatan ideologi Darul Islam tidak mudah dipatahkan.

Masih berdasarkan buku 'Biografi Singkat 1907-1962 SM Kartosuwiryo'. Ajaran-ajaran Kartosuwiryo dianggap memberikan angan-angan kejayaan Islam pada masa lalu, khususnya di zaman Nabi Muhammad SAW. Darul Islam sendiri disebut berupaya mewujudkan kembali kejayaan zaman Nabi Muhammad SAW di zaman modern.

Namun, muncul kekecewaan dari Kartosuwiryo. Dia tak menerima saat Pemerintah RI mencoret kalimat 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' yang tertuang dalam Piagam Jakarta.

Kartosuwiryo menganggap pencoretan itu sebagai pukulan telak bagi umat Islam. Benih-benih perlawanan Kartosuwiryo terhadap negaranya sendiri pun tumbuh.

Hijrah

Kartosuwiryo kerap mengenalkan istilah 'hijrah'. Hijrah versi Kartosuwiryo ini adalah sebuah metode membentuk komunitas sendiri, tanpa kerja sama, dan aktif melawan kekuatan penjajah.

Kartosuwiryo mengembangkan konsep hijrah dengan mengacu pada Al-Qur'an dan sunnah. Kartosuwiryo juga kerap menghubungkan antara hijrah dan jihad.

Jihad, dalam benak Kartosuwiryo, adalah perang terhadap diri sendiri. Maksudnya, memindahkan dan memerangi diri sendiri dari perilaku tidak Islami menjadi Islami.

Selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT