ADVERTISEMENT

Ditolak Warga, Khilafatul Muslimin Bekasi Siap untuk Diedukasi

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 22:20 WIB
Ditutup! Pesantren Khilafatul Muslimin di Bekasi Pulangkan Santri
Pondok Pesantren Ukuwwah Islamiyah di Pekayon, Bekasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Bekasi -

Pondok Pesantren Ukuwwah Islamiyah di Pekayon, Bekasi, menghentikan kegiatannya setelah ditolak warga. Pihak Khilafatul Muslimin Bekasi selaku yayasan yang menaungi pondok pesantren tersebut mengaku siap untuk diedukasi oleh aparat pemerintah.

Juru bicara Khilafatul Muslimin di Bekasi, Djhonny Pahamsah alias Abu Salma, mengatakan pihaknya telah menghadiri undangan camat soal adanya penolakan warga ini. Pertemuan ini digelar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

"Terkait dengan spanduk yang beredar tentang penolakan Khilafatul Muslimin di lingkungan kita, karena di media saya sampaikan bahwasanya saya kooperatif dan saya siap diedukasi, dan siap untuk diarahkan oleh aparat. Maka disambut oleh pihak aparat, diundang, dan kami hadir alhamdulillah tadi," ujar Abu Salma kepada wartawan di lokasi, Kamis (16/6/2022).

Menurut Abu Salma, dalam pertemuan itu nantinya pihak kecamatan akan membantu untuk pengurusan legalitas Ponpes Ukhuwwah Islamiyyah. Karena hal itu, pihaknya menutup sementara ponpes dan mencabut spanduk dan pelang yang berkaitan dengan Khilafatul Muslimin.

"Hasil dari pertemuan musyawarah dengan pak camat bahwasanya yang pertama akan membantu melegalkan lebih sempurna, legalitas yang ada di pondok kami. Yang kedua pondok kita untuk sementara di off-kan, banner-banner dicabut itu atas dasar inisiatif saya juga walaupun ada arahan dari aparat," ucapnya.

Menurutnya, permasalahan Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah hanya pada aspek legalitas saja. Sebab, jenjang pendidikan di pondok pesantren ini tidak sama dengan lembaga pendidikan remi pemerintah.

"Sebetulnya kita ini sudah ada legalitas secara formal, hanya saja legalitas kita mungkin kurang operasional harian. Yang ketika kita daftarkan Kemendikbud ya kan itu harus ada jenjang. sementara di Khilafatul Muslimin pondok pesantren kita ini tidak sesuai dengan SOP formalnya karena kita," jelasnya.

Adapun jenjang pendidikan yang ada di Ukhuwwah Islamiyyah ini berbeda. Menurut Abu Salma, pihaknya juga tidak mendaftarkan ponpes tersebut ke kementerian agama (Kemenag) karena ponpes itu sendiri merupakan sebuah tahfiz.

"Ketika kita daftarkan ke Kemenag juga tidak masuk karena kita dibilang Tahfidz juga ada jenjangnya. Maka saya tadi menyimpulkan kita masuk nanti kepada perizinan pondok pesantren ini apa namanya (yang) tradisional yang tidak berjenjang, jadi istilahnya tahfiz," bebernya.

Sementara itu, Abu Salma menjelaskan pemulangan para santri malam ini adalah atas inisiatifnya demi menjaga kondusivitas. Ia pun mengaku mengalami kendala pembiayaan pemulangan para santri ini.

"Untuk santri sendiri sebetulnya pak camat tidak tidak menyuruh untuk pulang terkait dengan pembiayaan dan lain hal tetapi atas dasar inisiatif saya untuk kondusif kita pulang kan dengan diawali dengan santri-santri yang terdekat begitu," ungkapnya.

Seperti diketahui, para santri di Ponpes Ukhuwwah Islamiyah ini dipulangkan malam ini. Mereka dibawa menggunakan mobil Elf untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

(mei/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT