ADVERTISEMENT

TASPEN Gelar Compliance Days untuk Dorong Budaya Patuh & Antikorupsi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 16:12 WIB
TASPEN Compliance Days
Foto: Taspen
Jakarta -

PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) (Persero) menggelar TASPEN Compliance Days di Ruang Auditorium Gedung PT TASPEN. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan penerapan Good Corporate Governance (GCG), serta upaya mplementasi Core Values AKHLAK.

Aapun kegiatan ini juga merupakan kolaborasi bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK), dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

"TASPEN Group selalu berkomitmen untuk meningkatkan budaya kepatuhan dan budaya antikorupsi di lingkungan perusahaan. Komitmen ini berlaku sama untuk seluruh anak perusahaan TASPEN untuk meningkatkan kepercayaan para peserta," ujar Direktur Utama TASPEN, A.N.S. Kosasih dalam keterangan tertulis, Kamis (16/6/2022).

"Selama ini, TASPEN telah bergerak cepat dalam menerapkan teknologi sebanyak-banyaknya dalam proses bisnis untuk meningkatkan transparansi. Harapannya, TASPEN Compliance Day menjadi awal mula untuk menunjukkan bahwa Risk Culture dan Compliance Culture hidup dengan subur dan tumbuh besar bertambah kuat di dalam perusahaan setiap hari," imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, TASPEN menggelar beberapa kegiatan simbolik di antaranya Launching New Website WBS (WBS Terintegrasi TASPEN Grup) dan penyematan PIN Anti Gratifikasi bagi perwakilan pimpinan unit kerja.

Tak hanya itu, Deputi Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Aris Priyatno yang turut hadir juga dalam acara ini juga menyampaikan materi terkait penerapan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme pada industri jasa keuangan.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi dari KPK, Amir Arief pun turut menyampaikan soal Penguatan Budaya Anti Korupsi dan Gratifikasi. Sementara itu, Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Tindak Pidana Khusus dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, M. Rum menyampaikan materi mengenai business judgment rule dalam kejaksaan.

Mengenai hal ini, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana menyampaikan saat ini tindak pencucian uang semakin marak di masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta TASPEN untuk tetap waspada terhadap risiko ini.

"Perkembangan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sudah semakin berkembang dan patut diwaspadai. Awalnya kita mengenal money laundering, sekarang menjadi kegiatan berbagai kegiatan seperti ghost transaction hingga shadow ownership. TASPEN tidak terlepas dari risiko ini di dalamnya. Untuk itu, seluruh manajemen harus lebih waspada terhadap bentuk TPPU yang mungkin bisa terjadi dan mendefinisikan risiko perusahaan secara lebih rinci mulai dari risk appetite, risk tolerance hingga risk target," kata Ivan.

Sementara itu, Inspektur pada Inspektorat Kementerian BUMN, Suprianto menyebut GCG kini menjadi hal penting yang perlu diimplementasikan oleh perusahaan. Adapun hal ini guna menghindari perusahaan dari tindakan korupsi.

"Penerapan GCG menjadi pondasi utama perusahaan untuk terhindar dari korupsi. Kejelasan fungsi dari dewan komisaris, direksi, dan RUPS selaku pemegang saham harus dipahami bersama. Selama itu semua dilaksanakan sesuai tugas, tidak ada intervensi maupun konflik kepentingan, maka inti dari GCG sudah berjalan," katanya.

Senada dengan Suprianto, Komisaris Utama TASPEN, Suhardi Alius meminta seluruh Insan Taspen waspada terhadap pencucian uang. Ia juga mengimbau agar seluruh proses GCG dilakukan dengan sebaik-baiknya tanpa melangkahi tahapan yang telah dibuat.

Sebagai informasi, kegiatan ini digelar secara hybrid dan dihadiri seluruh dewan komisaris dan anggota direksi TASPEN, pimpinan perusahaan anak, pimpinan unit kerja, dan branch manager seluruh Indonesia. Seluruh karyawan PT TASPEN pun turut mengikuti kegiatan secara virtual.

TASPEN Compliance Days merupakan upaya TASPEN dalam membangun iklim bisnis yang benar, adil, dan sehat. TASPEN terus berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholder dan peserta.

Adapun penerapan prinsip GCG berdasar atas prinsip Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban (Responsibility), Kemandirian (Independency) dan Kewajaran (Fairness).

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT