Khilafatul Muslimin Sudah Tersebar di 25 Provinsi, Kantor Pusat di Lampung

ADVERTISEMENT

Khilafatul Muslimin Sudah Tersebar di 25 Provinsi, Kantor Pusat di Lampung

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 15:51 WIB
Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Lampung. Abdul Qadir akhirnya tiba di Polda Metro Jaya sore ini.
Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) menyatakan organisasi Khilafatul Muslimin bertentangan dengan Pancasila. Organisasi yang didirikan sejak 1997 ini telah tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

"Pergerakan Khilafatul Muslimin ini didirikan oleh Abdul Qadir Hasan Baraja dari 1997, sudah sekitar 27 tahun, sudah sekian lama ia bangun. Kalau tidak salah di data kami itu sudah ada di sekitar 25 provinsi itu tersebar," kata Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Wawan Ridwan, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Khilafatul Muslimin mengusung khilafah yang bertentangan dengan sistem ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu Pancasila. Layaknya sebuah pemerintahan, Khilafatul Muslimin memiliki pusat pemerintahan di Lampung dan kantor wilayah (ummul quro) di beberapa daerah.

"Pergerakan Khilafatul Muslimin ini juga punya pusat pemerintahan, baik di provinsi yang saat ini pusatnya di Lampung. Kemudian juga ada beberapa kantor wilayah ummul quro yang sudah ada di berbagai provinsi," katanya.

Struktur Mirip NII

Khilafatul Muslimin memiliki struktur yang mirip Negara Islam Indonesia (NII), sebuah organisasi yang dinyatakan terlarang. Mereka memiliki struktur mulai dari amir khilafah hingga tingkatan terendah di desa.

"Pergerakannya, struktur dari mulai amir khilafah sampai dengan tingkatan terendah yaitu sistem pemerintahan desa, sesuai dengan struktur yang dijalankan NII," jelasnya.

Pakai Strategi Taqqiyah

Selain itu, Khilafatul Muslimin juga menggunakan strategi taqiyyah atau berbohong. Wawan mengatakan, mereka menggunakan strategi tersebut sebagai siasat menutupi paham mereka agar dianggap tidak merubah ideologi Pancasila.

"Selain menjalankan tadi strategi yang disampaikan, kalau ditanya masyarakat bahwa dia tidak akan merubah ideologi Pancasila itu adalah merupakan strategi mereka. Yaitu yang disebut strategi taqiyyah, adalah strategi atau siasat untuk berbohong," jelasnya.

"Karena menurut syariat yang diajarkan oleh mereka, bahwa syarat itu diperbolehkan khusus untuk penganut ajaran mereka," imbuhnya.

Simak video 'Polisi Ungkap Sumber Aliran Dana Khilafatul Muslimin':

[Gambas:Video 20detik]





Baca di halaman selanjutnya: Khilafatul Muslimin punya 14.000 warga

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT