ADVERTISEMENT

Eksepsi Ditolak, Sidang 2 Konsultan Penyuap Eks Pegawai Pajak Dilanjut

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 15:38 WIB
Sidang kasus suap-TPPU eks pegawai pajak
Sidang kasus suap-TPPU eks pegawai pajak (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh dua penerima kuasa khusus wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas. Sidang pun dilanjutkan ke tahap pembuktian.

"Mengadili, menyatakan keberatan penasihat hukum tidak dapat diterima, memerintahkan sidang dilanjutkan, menangguhkan pembebanan perkara hingga putusan akhir perkara ini," ujar hakim ketua Fahzal Hendri saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022).

Sidang selanjutnya akan digelar pada Selasa (21/6). Hakim memerintahkan jaksa untuk memanggil saksi-saksi di sidang selanjutnya.

Pengacara terdakwa, Timbo Mangaranap Sirait, mengatakan pihaknya menghormati putusan hakim. Meski begitu, Timbo tetap keberatan dengan dakwaan jaksa.

"Terdakwa sih secara pribadi kecewa, karena memang dalam pertimbangan hakim sudah jelas di situ bahwa kapasitas legal standing dia di situ dalam waktu yang sudah berlalu. Di atas daripada tempus delicti, tapi hakim mempertimbangkan lebih relevan dibuktikan dalam pemeriksaan, saksi, ahli dan alat-alat bukti lain," kata Timbo seusai sidang.

Dalam sidang ini, Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas didakwa menyuap mantan Direktur P2 Ditjen Pajak Angin Prayitno dkk. Jaksa KPK menyebut keduanya memberi suap senilai Rp 15 miliar.

"Terdakwa I Aulia Imran Magribi bersama-sama terdakwa II Ryan Ahmad Ronas selaku konsultan pajak Foresight Consulting dan Lim Poh Ching selaku General Manager PT GUNUNG MADU PLANTATIONS (GMP) memberi uang yang keseluruhannya sebesar Rp 15 miliar," ujar jaksa KPK saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Selasa (24/5).

Suap diberikan kepada sejumlah orang, berikut ini rinciannya:

- Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan (Direktur P2) pada Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2016-2019
- Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2016-2019
- Wawan Ridwan selaku Supervisor Tim Pemeriksa Pajak
- Alfred Simanjuntak selaku Ketua Tim Pemeriksa Pajak
- Yulmanizar, serta Febrian selaku Tim Pemeriksa Pajak

Keduanya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lihat juga video 'Terima Rp 647 Juta, Siwi Widi Ungkap Anak Eks Pegawai Pajak Caper Dengannya':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT