ADVERTISEMENT

Polda Metro: Khilafatul Muslimin Langgar UU Sisdiknas dan UU Pesantren

Wildan Novansah - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 13:00 WIB
Ponpes Ukhuwaah Islamiyah di bawah naungan Khilafatul Muslimin Bekasi.
Foto: Ponpes Ukhuwaah Islamiyah di bawah naungan Khilafatul Muslimin Bekasi. (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan ormas Khilafatul Muslimin. Hasil penyelidikan saat ini mengungkap adanya temuan pelanggaran baru yang dilakukan ormas tersebut.

"Kami temukan delik baru, perbuatan melawan hukum yang baru yaitu terkait UU Sistem Pendidikan Nasional di mana kegiatan mereka langgar UU Sisdiknas dan UU Pesantren," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Hengki mengatakan hasil temuan penyidik juga menemukan fakta adanya puluhan pesantren yang terafiliasi dengan ormas Khilafatul Muslimin. Hasil koordinasi polisi dengan Kementerian Agama, puluhan pesantren tersebut dinyatakan melanggar aturan.

"Setelah kami koordinasi dengan Kementerian Agama bahwa apa yang disebut mereka pesantern itu bukan pesantren. Karena tidak penuhi persyaratan sebagai pesantren. Mereka miliki 25 pondok pesantren," katanya.

Selain itu Hengki menyebut dalam lembaga pendidikan ormas Khilafatul Muslimin, para peserta didik tidak pernah diajarkan perihal Pancasila dan UUD 1945.

"Sekolah ini berbasis khilafah dan tidak pernah mengajarkan Pancasila dan UUD 1945," ucap Hengki.

Polisi tangkap 6 tokoh sentral Khilafatul Muslimin. Simak di halaman berikutnya:

Saksikan juga 'Polisi Sebut Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Sebar Doktrin Khilafah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT