ADVERTISEMENT

Pendidikan di Ponpes Khilafatul Muslimin Bekasi Gratis, Dari Mana Dananya?

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 22:51 WIB
Ponpes Ukhuwaah Islamiyah di bawah naungan Khilafatul Muslimin Bekasi.
Ponpes Ukhuwaah Islamiyah di bawah naungan Khilafatul Muslimin Bekasi. (Dwi Rahmawati/detikcom)
Bekasi -

Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu menangkap SW, tokoh Khilafatul Muslimin Bekasi. SW adalah pimpinan Yayasan Ukhuwwah Islamiyyah yang ada di bawah naungan Khilafatul Muslimin Bekasi.

Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah ini terletak di Jalan Komplek Patal RT 08 RW 03, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Pondok pesantren tersebut telah berdiri sejak 2008, tetapi penyelenggaraan pendidikan sudah ada sejak 1987.

"Lalau ini bicara pendidikan atau khilafatul sendiri ada perbedaannya. Kalau pendidikan itu berdiri sejak 1987, tapi diserahkan kepada Khilafatul Muslimin itu kurang lebih 2008 atau 2010," ujar Juru Bicara Khilafatul Muslimin Bekasi, Abu Salma alias Djhonny Pahamsah, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (15/6/2022).

Saat disambangi ke lokasi, Ponpes Khilafatul Muslimin ini tidak ada aktivitas belajar-mengajar. Hanya ada beberapa santri saja yang keluar dari ponpes tersebut.

Ponpes Ukhuwwah Islamiyyah ini memiliki sekitar 230-an santri dari berbagai daerah seperti Lampung, Kalimantan, Aceh, dan sedikit dari Bekasi. Ada 3 jenjang pendidikan di ponpes tersebut yang setara sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), dengan materi pelajaran pada umumnya tahfiz Al-Qur'an, di samping pelajaran informal seperti menjahit bagi santriwati.

"Kita di sini tingkatannya tidak sama dengan yang lain. SD 3 tahun, SMP 2 tahun, SMA 2 tahun, perguruan tinggi 2 tahun. Tetapi, karena ini pondok tradisional kategorinya sebagai majelis TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) biasa.

Pendidikan Gratis

Abu Salma mengklaim para santri yang belajar di Ponpes tersebut gratis alias tidak dipungut biaya. Bahkan, menurutnya, ponpes melarang santri mengajukan proposal-proposal sumbangan.

"Gratis-gratis kita, tidak dipungut (biaya). Tapi kesadaran saja mau memberi berapa saja, tidak kita tekankan bahkan kita juga dilarang untuk meminta ngajuain proposal pun tidak boleh. Tetapi dibuka untuk amal soleh bagi yang punya kesadaran," tuturnya.

Pendanaan selama ini disebut Abu berasal dari 3 sumber, yakni struktural kekhalifahan yang ada di Bekasi Raya, warga jemaah termasuk wali santri yang menyekolahkan anaknya hingga donatur umum dari orang yang melintas.

"Sumber dana kita bukan dari pusat, kita ada setoran ke pusat karena operasional. Nah, ketika kita memang butuh baru kita minta ke pusat seperti kemarin perbaikan gedung. Itu pun kalau pusat ada, kalau pusat tidak ada ya kita harus cari sendiri," ungkapnya.

Baca di halaman selanjutnya: 30 sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT