ADVERTISEMENT

Saat Puan Dapat Julukan 'Ning Maharani'

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 12:25 WIB
Pertemuan Puan Maharani dengan para Gus. (dok. istimewa).
Pertemuan Puan Maharani dengan para gus. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani bersilaturahmi dengan kiai-kiai muda pengasuh sejumlah pondok pesantren se-Jawa Timur. Puan Maharani mendapatkan julukan 'Ning Maharani' dari para gus yang hadir bersilaturahmi.

Pertemuan bertajuk Ta'aruf Mbak Puan dengan Para Gus (Gawagis) ini berlangsung secara informal di Surabaya, Rabu (15/6) malam. Silaturahmi juga diisi dengan perbincangan hangat penuh guyonan khas Nahdlatul Ulama (NU).

Puan menyebut pertemuan itu merupakan tradisi keluarga yang diturunkan dari orang tua mereka. Presiden RI Sukarno, yang merupakan kakek Puan, memiliki kedekatan dengan keluarga NU semasa hidupnya, demikian juga halnya dengan sang ibu, Megawati Soekarnoputri. "Ini forum yang bagus untuk menjahit silaturahmi para kakek-kakek kita. Dan sekarang kita generasi ketiga melanjutkannya," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).

Ketua DPP PDIP ini meminta agar silaturahmi seperti ini dilakukan secara berkala. Puan ingin seperti kakek dan ibunya yang senantiasa dekat dengan para kiai.

"Dulu Bung Karno dan para kiai selalu bergandengan. Bu Mega dan Gus Dur seperti kakak-adik, ke mana-mana selalu rendengan. Kenapa kita tidak seperti itu sekarang?" katanya.

Menurut Puan, pertemuan dengan para gus tersebut dapat menjadi kerangka pijakan untuk menjalin silaturahmi secara berkala dalam kerangka keluarga besar Indonesia. Apalagi pertemuan banyak diisi dengan membicarakan masa depan bangsa Indonesia.

Mantan Menko PMK itu pun memberikan komitmennya kepada para gus yang mengasuh pesantren di Jatim. Puan menyatakan komitmennya untuk membantu pondok-pondok pesantren, khususnya lewat tugas-tugas legislatif. "Komitmen saya untuk mendorong perhatian kepada pesantren lebih besar," ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu yakni Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Maksum Faqih yang menjadi salah inisiator acara Ta'aruf dengan dengan Puan. Kemudian ada juga KH Nabil Hasbullah dari Ponpes Darul Hikam Ponorogo, KH Moh Hasib Wahab dari Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, dan KH Moh Hisyam dari Probolinggo, KH Nabil Hasbullah dari Pondok Pesantren Darul Hikam Joresan Mlarak Ponorogo.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Maksum mengibaratkan Puan tengah kembali ke rumah yang telah dibangun oleh Bung Karno dan para kiai NU. Para Gus juga sepakat memanggil Puan dengan sebutan ning.

"Ini panjenengan seperti kembali ke rumah. Kalau kembali ke rumah harus nyaman sebagai satu keluarga. Karena berkumpul dan satu keluarga dengan gus-gus, maka kita panggil saja Ning Maharani," kata Gus Maksum.

Gus Maksum pun berharap teladan Bung Karno sebagai sosok nasional yang dekat dengan para ulama terus diteladani.

"Kita kaum santri dan nasionalis harus bersatu, harus dipertahankan. Insyaallah tidak akan ada yang menggoyahkan cita-cita Bung Karno," ujar Gus Maksum.

Gus Maksum Faqih lalu menceritakan bagaimana dekatnya Bung Karno dan para kiai NU yang merupakan kakek-kakek para gus yang hadir.

"Bung Karno selalu minta dukungan ke para kiai NU. Silaturahmi kakek-kakek kita dengan kakek Ning Puan selalu terjaga. Kita tidak bisa lepas dari sejarah bahwa (kaum) nasionalis dan religius selalu bersama," sebutnya.

Para gus yang hadir mengamini pernyataan Gus Maksum. Seperti Gus Nabil Hasbullah, yang menyatakan pentingnya hubungan erat antara ulama dan tokoh-tokoh nasionalis.

"Kalau religius tidak nasionalis akan menjadi (ideologi) transnasional," kata Gus Nabil.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, yang hadir dalam pertemuan, menyatakan silaturahmi tersebut merupakan tugas sejarah sebagai generasi ketiga Bung Karno. "Melanjutkan tradisi silaturahmi para kakek mereka," ujar Basarah.

Simak juga 'Puan: Tidak Ada Pembahasan Penundaan, Pemilu Harus Dilaksanakan!':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT