ADVERTISEMENT

Reshuffle Langsung Kena Kritik, Dianggap Cuma Layani Kepentingan Politik

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 06:33 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan mantan Panglima TNI Marsekal Purn Hadi Tjahjanto (kiri) mengikuti upacara pelantikan menteri dan wakil menteri yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Zulkifli Hasan dilantik menjadi Menteri Perdagangan menggantikan M Lutfi dan Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR/BPN menggantikan Sofyan Djalil.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Stafsus Mensesneg Tepis Reshuffle untuk Tawar-menawar Politik

Meski dikritik sejumlah pihak, Staf Khsus Mensesneg, Faldo Maldini, punya pandangan berbeda. Dia menepis anggapan reshuffle kabinet hanya untuk mengakomodasi kepentingan politik.

Faldo mengatakan reshuffle yang digelar hari ini untuk memperkuat bidang-bidang yang dianggap mendesak. Dia menilai kehadiran Hadi Tjahjanto dan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam kabinet dapat memperkuat kerja pemerintah.

"Semua masyarakat memantau dan menyimak bahwa ini kan sebuah upaya untuk menjawab opini masyarakat selama ini, yang kita lihat ada kebutuhan-kebutuhan mendesak soal bahan pokok dan bahan makanan, dan sekali lagi memang Bapak Presiden punya ukuran soal fungsi dan kerja," kata Faldo dalam diskusi di program perspektif yang ditayangkan detikcom, Rabu (15/6).

"Dan kami kira ini coba diperkuat lagi dari dua orang senior yang berpengalaman bergabung ke kabinet hari ini, ada Bapak Hadi Tjahjanto dan Pak Zulhas sebagai menteri baru," lanjutnya.

Begitu juga dengan pelantikan wakil menteri (wamen). Untuk diketahui, Presiden Jokowi hanya melantik 3 wamen hari ini, dan masih ada 9 kursi wamen kosong. Faldo menyebut pelantikan wamen hari ini juga berdasarkan kebutuhan.

"Mungkin banyak juga dari masyarakat bertanya bagaimana soal wamen. Jadi, karena fungsi yang mendesak, jadi butuh penambahan kekuatan di berbagai sektor, misal di ketenagakerjaan soal rencana implementasi omnibus law dan perbaikan. Ini kan butuh tenaga lebih, makanya sisa waktu akan dimanfaatkan optimal. Ada banyak target yang belum tercapai mesti harus dikebut," ujarnya.

Faldo menegaskan reshuffle kali ini dilakukan untuk menguatkan tim kerja. Dia berharap masyarakat tidak berspekulasi lain.

"Jadi yang terjadi adalah bagaimana pemerintah memperkuat tim untuk bangkit dari pandemi, dan sekali lagi ini membentuk tim kerja, bukan soal tawar-menawar politik. Jadi kami berharap tak berspekulasi ke mana-mana. Kita fokus ke masalah pemerintahan saja," ujarnya.


(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT