ADVERTISEMENT

Polisi Beri Peringatan Keras 5 Buruh yang Sempat Diamankan di Demo DPR

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 15:36 WIB
Demo buruh di DPR
Demo massa buruh di depan DPR sempat ricuh, Rabu (15/6/2022) siang tadi. (WIldan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Polisi sempat mengamankan 5 orang buruh yang demo di depan gedung DPR/MPR RI. Kelima orang tersebut kini telah dipulangkan setelah diberikan peringatan keras.

"Kita peringatkan keras, datanya sudah kita ambil, sudah kita amankan. Ada lima orang yg kita berikan peringatan keras. Sudah, sudah (dibebaskan)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat dihubungi, Rabu (15/6/2022).

Komarudin mengatakan, terhadap kelimanya diberi peringatan keras. Dia menjelaskan kepada mereka bahwa tindakan tersebut mereka mengotori tujuan aksi.

"Iya tadi cuman kita amanin dan kita berikan peringatan keras karena dia mencoba menerobos pembatas. (tindakan mereka) Mengotori apa yang menjadi niatan dari para saudara saudara yang lain," jelasnya.

Lebih lanjut, Komarudin juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa ke depannya harus mematuhi aturan yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat siapapun yang akan menyampaikan aspirasinya, tentunya harus mematuhi ketentuan yang berlaku. Kita sama-sama saling menghormati antara petugas, massa aksi dan pengguna jalan lain dan tentunya kita berharap seluruh aktivitas bisa berjalan lancar," kata dia.

"Ini yang tentunya kita jaga, kita lakukan konsep pengamanan. Tugas kami adalah mengawal jalannya aksi sehingga tidak dicemari oleh tindakan tindakan yang over oleh siapa pun," tuturnnya.

Massa Tak Ada yang Ditahan

Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut kericuhan tadi hanya salah paham. Said Iqbal juga menjelaskan bahwa tidak ada massanya yang ditahan polisi.

"Hanya salah paham aja," kata Said saat ditanya tanggapannya terkait sejumlah massa yang sempat diamankan polisi saat ricuh, Rabu (15/6).

Said menyebut tidak ada massa buruh yang ditahan. Menurutnya, aparat keamanan kooperatif dalam mengamankan aksi demo.


"Massa tidak ada yang ditahan. Polisi, Kapolres, dari unsur Polda Metro Jaya, semua kooperatif," tuturnya.

"Tidak ada konflik, tidak ada yang ditahan, semua akomodatif. Dan pihak kepolisian dan TNI kooperatif dengan aksi ini," tambahnya.

Kericuhan sempat terjadi saat massa akan memulai demo. Massa memprotes soal kawat berduri di depan DPR hingga situasi memanas.

Polisi pun mengamankan sejumlah peserta aksi karena menabrak kawat berduri dengan mobil komando. Mereka dibawa ke dalam gedung DPR.

Lihat juga video 'Partai Buruh Tuntut Aturan Masa Kampanye 75 Hari Dicabut':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT