ADVERTISEMENT

Polisi Kawal Demo Buruh di DPR, Rekayasa Lalin Berlaku Situasional

Anggi Muliawati, Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 08:33 WIB
Massa tergabung dalam aksi May Day Fiesta yang berkumpul di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, melakukan long march menuju gedung MPR/DPR. Ini penampakannya.
Ilustrasi massa buruh melakukan unjuk rasa di depan DPR. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Partai Buruh akan menggelar aksi di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, hari ini. Ribuan personel gabungan dari TNI-Polri diturunkan untuk mengawal demo buruh hari ini.

"Sementara 3.320 personel gabungan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat dihubungi, Rabu (15/6/2022).

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penutupan arus lalu lintas di depan gedung DPR RI bersifat situasional. Penutupan berlaku melihat dari eskalasi massa aksi.

"Situasional, melihat perkembangan jumlah massa," katanya saat dihubungi.

Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan aksi massa tersebut. Sesuai pemberitahuan, ada 2.000 orang yang akan turun dalam demo hari ini.

"Untuk surat pemberitahuan sudah diterima. Massa sekitar 2.000 orang," ujar Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Hirbakh Wahyu Setiawan saat dihubungi wartawan, Selasa (15/6).

Sesuai dengan pemberitahuan, massa Partai Buruh akan menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR RI, Rabu (15/6), pukul 10.00 WIB.


Polres Tangerang Kawal Massa Buruh

Demo buruh di depan DPR diikuti sejumlah serikat pekerja dari beberapa daerah, salah satunya dari Kota Tangerang. Satlantas Polres Metro Tangerang Kota akan mengawal massa buruh dari Tangerang yang akan berdemo di Jakarta.

"Sekitar 1.000 orang kita akan kawal, dia ada yang pakai motor juga, jadi lewatnya Jl Daan Mogot. Kita kawal sampai pulang-pergi," kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Joko Sembodo kepada wartawan, Selasa (14/6).

Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan pihaknya akan membawa 5 tuntutan dalam aksi demo tersebut.

"Aksi 15 Juni menolak masa kampanye dan KPU melakukan kesepakatan, bagaimana pemilu dalam tujuh partai baru. Kita menolak 75 hari kalau dipaksakan dan Bawaslu nampaknya memperdalam kampanye dan UU Pekerjaan Rumah Tangga dan kita akan bawa di 15 Juni besok, kami berbicara output didasari karena politik," katanya di Kantor Bawaslu RI, Jakpus, Senin (13/6).

Ada lima tuntutan yang akan disampaikan Partai Buruh pada demo 15 Juni 2022, sebagai berikut:

1. Tolak revisi UU PPP.
2. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja.
3. Tolak masa kampanye pemilu hanya 75 hari.
4. Sahkan RUU PPRT.
5. Tolak liberalisasi pertanian melalui WTO.

Simak Video '10 Ribu Buruh Akan Demo di Depan Gedung DPR 15 Juni':

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT