ADVERTISEMENT

Polri Limpahkan Berkas-Tersangka Kasus TPPU Obat Ilegal ke Kejari Jakut

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 15:37 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan
Brigjen Ahmad Ramadhan (dok. Humas Polri)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari peredaran obat ilegal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut). Tersangka Dianus Pionam (DP) akan segera diadili.

"Hari Rabu, 8 Juni 2022 kemarin, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti berkas perkara terkait kasus peredaran obat ilegal atas nama tersangka DP yang dilakukan secara virtual atau online di Lapas Mojokerto Jatim, dan penyerahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Jakut," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Ramadhan mengatakan Dittipideksus Bareskrim telah menyita barang bukti senilai Rp 542 miliar, 4 aset properti. Semua barang bukti tersebut juga telah diserahkan.

"Barang bukti disita dan diserahkan pada tahap 2 Rp 542 miliar, dan empat aset properti atau tanah, meliputi satu bidang tanah, dua unit apartemen, dan satu unit rumah di Jakut," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama PPATK mengungkap kasus dugaan TPPU dari peredaran obat ilegal yang diduga dilakukan tersangka DP. Polisi mengatakan DP diduga menjual 31 jenis obat secara ilegal sehingga bisa mendapat Rp 531 miliar, salah satunya obat aborsi terlarang Cytotec.

"Di antara 31 obat-obatan tadi, satu jenis obat yang sangat-sangat dilarang, sudah tidak boleh beredar di Indonesia namanya Cytotec, ini obat untuk aborsi," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (16/9/2021).

Helmy menjelaskan, DP sudah beraksi sejak 2011 dan baru tertangkap pada 2021. Adapun obat yang diedarkan DP asli, bukan palsu.

"Jadi ini bukan obat palsu, ini obatnya asli. Yang salah adalah cara memasukkannya, kemudian dia jual, dia tidak punya izin dan sebagainya. Artinya kami tidak masuk pada persoalan apakah ini palsu atau tidak, tapi caranya," paparnya.

Helmy membeberkan polisi tidak hanya menyita Rp 531 miliar dari DP. Dia mengatakan pihaknya segera menyita rumah DP di Pantai Indah Kapuk (PIK), mobil jenis sport, hingga apartemen.

Lihat juga video 'BPOM Gerebek Rumah Penjual Kosmetik-Obat Ilegal di Bandung':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT