Bupati Langkat Didakwa Terima Suap Paket Pekerjaan Rp 572 Juta

ADVERTISEMENT

Bupati Langkat Didakwa Terima Suap Paket Pekerjaan Rp 572 Juta

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 23:00 WIB
Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin Angin jalani sidang dakwaan, kasus suap paket pekerjaan Senin (13/6)
Foto: Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin Angin jalani sidang dakwaan, kasus suap paket pekerjaan Senin (13/6) (Wilda/detikcom)

Awal Mula Suap

Suap ini bermula ketika Plt Kadis PUPR Sujarno mendapat perintah dari Terbit Rencana Perangin Angin untuk melaporkan tender atau pengadaan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat kepada 'Pak Kades', yakni Iskandar Perangin Angin. Proyek yang dimaksud Terbit adalah paket pekerjaan di Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR.

"Kakak Kandung sekaligus representasi dari Terdakwa I Terbit Rencana Perangin Angin yang memiliki tugas untuk mengatur tender/ pengadaan paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat," kata jaksa.

Setelah ada arahan itu, Marcos Surya dan Shuhanda Citra yang merupakan Anak buah Iskandar menemui Sujarno. Dalam pertemuan itu, Marcos dan Suhanda meminta Sujarno menemui Iskandar yang dijuluki 'Pak Kades' untuk melaporkan persiapan dimulainya paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat.

"Pada pertemuan itu Marcos Surya Abadi dan Shuhanda Citra memperkenalkan diri kepada Sujarno sebagai utusan dan orang kepercayaan dari Terdakwa I Terbit Rencana Perangin Angin dan 'Pak Kades' yaitu Terdakwa II Iskandar Perangin Angin," kata jaksa.

Terjadilah pertemuan mereka di rumah Iskandar, saat itu Sujarno ditemani Lorensius Situmorang selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Langkat dan Ilham Bangun selaku Sekretaris Dinas PUPR Langkat.

"Pada pertemuan itu, Iskandar Perangin Angin memerintahkan Sujarno agar mempersiapkan dokumen-dokumen persiapan tender atau pengadaan paket pekerjaan di Dinas PUPR Langkat untuk segera dikirim kepada Bagian Pokja UKPBJ Setda Kabupaten Langkat dan mengenai pelaksanaan pekerjaan, dokumen administrasi, dan hal-hal lain terkait dengan pelaksanaan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat agar berkoordinasi dengan Marcos Surya," kata jaksa.

Atas perintah itu, Sujarno menyampaikannya kepada seluruh jajaran di Dinas PUPR Kabupaten Langkat terkait pelaksanaan tender atau pengadaan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat hanya berkoordinasi dengan orang kepercayaan Terbit yakni Marcos Surya Abadi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra.

Dinas PUPR kemudian membuat rencana proses paket pekerjaan itu. Kabag Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Suhardi dan Kasubbag UKPBJ Yoki Eka Prianto kemudian mendatangi Terbit Rencana Perangin Angin untuk mempercepat memasukkan dokumen usulan tender/pengadaan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat ke UKPBJ Setda Kabupaten Langkat.

Satu bulan proposal paket pekerjaan itu tak kunjung diterima UKPBJ, akhirnya Terbit meminta Suhardi dan Yoki mendatangi Iskandar. Baru pada September 2021, Dinas PUPR Langkat memasukkan dokumen usulan pengadaan paket pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten Langkat ke UKPBJ sebanyak 65 paket pekerjaan dengan menggunakan anggaran APBD murni.

"Setelah pertemuan dengan Terdakwa I Terbit Perangin Angin tersebut, pada sekitar pertengahan bulan September 2021 Dinas PUPR Kabupaten Langkat memasukkan dokumen usulan tender/ pengadaan paket pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten Langkat ke UKPBJ Setda Kabupaten Langkat sebanyak 65 (enam puluh lima) paket pekerjaan dengan menggunakan Anggaran APBD Murni," ujar jaksa.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT