ADVERTISEMENT

NasDem Khawatir Reshuffle Berdampak pada Ketidakstabilan

Mulia Budi - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 16:43 WIB
Sekjen NasDem Johnny G Plate (Mulia Budi-detikcom)
Sekjen NasDem Johnny G Plate (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menyebut isu reshuffle dapat mengganggu stabilitas jika salah dikomunikasikan. Plate mengatakan soliditas dan stabilitas nasional harus dijaga.

"Jangan berandai-andai terhadap satu keputusan yang sangat taktis politik terkait dengan kehidupan negara, karena kita harus menjaga soliditas nasional, kita harus menjaga stabilitas nasional dan reshuffle kabinet itu kalau salah ditangkap, salah dikomunikasikan, bisa berdampak pada instability. Kita harus hindari hal-hal seperti itu," kata Plate di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2022).

Plate mengatakan NasDem menghormati setiap keputusan Jokowi, termasuk soal reshuffle kabinet. Menurutnya, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.

"Sikap NasDem dari awal ya membentuk kabinet, merombak kabinet, mengubah kabinet adalah hak prerogatif presiden ya. Kami menghormati hak prerogatif presiden, seutuhnya," ujarnya.

"Yang penting itu prinsip dasar ketatanegaraan. Nah, itu yang harus kita hormati tanpa menghormati prinsip ketatanegaraan maka sistem kita rapuh, itu kenapa saya NasDem selalu menekankan menghormati ketatanegaraan untuk menjaga agar kita solid, kita bisa stabil," tambahnya.

Dia mengatakan pemerintah tengah menghadapi tantangan yang berdampak pada berbagai bidang. Dia menyebut reshuffle merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari evaluasi.

"Kami menyadari akan tantangan pemerintahan saat ini, tidak saja COVID tetapi juga ada perubahan geostrategis dunia, yang berdampak pada dunia dan berdampak kepada Indonesia secara domestik baik itu terkait pangan, energi, bahkan mungkin saja finansial dan ekonomi sehingga evaluasi-evaluasi itu dilakukan oleh Bapak Presiden," ujar Plate.

Plate menegaskan NasDem menghormati setiap keputusan Jokowi. Dia mengatakan ada tidaknya reshuffle menjadi domain presiden.

"Apabila bapak Presiden melihat perlu ada penyempurnaan, reposition, perubahan posisi ya dalam rangka untuk mengantisipasi perubahan geostrategis dan perubahan tantangan dunia terhadap Indonesia ya maka itu kita hormati. Itu kita hormati sedangkan tanggal, kapan, siapa, dan seterusnya, apakah benar akan terjadi sekali lagi itu domain presiden," tuturnya.

Isu Reshuffle

PAN mengaku mendengar kabar reshuffle kabinet bakal dilakukan 15 Juni ini. Elite PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut kalangan internalnya juga mendengar kabar bahwa PAN bakal mendapatkan kursi menteri dan wakil menteri (wamen).

"Ya, itu juga (kabar bakal dapat kursi menteri dan wamen) didengar teman-teman lain (kader PAN). Apakah benar? Yang paling tahu adalah pihak Istana," kata Saleh saat dihubungi, Senin (13/6).

Saleh pun berandai-andai, jika kabar dapat kursi menteri dan wamen benar, PAN belum menentukan siapa kader PAN akan ditugaskan menduduki jabatan tersebut. Menurutnya, Ketua Umum PAN belum membahas soal itu.

Simak Video: NasDem soal Isu Reshuffle 15 Juni: Itu Domain Presiden

[Gambas:Video 20detik]




(haf/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT