ADVERTISEMENT

KPK Telusuri Aliran Duit Suap dari Kontraktor-SKPD ke Eks Walkot Ambon

M Hanafi - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 11:01 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Foto: Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK menelusuri dugaan suap dari kontraktor dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Ambon ke mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL). Richard sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap terkait izin proyek cabang retail pada 2020.

Hal itu ditelusuri KPK saat memeriksa Chandra Futwembun selaku Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air dan Infrastruktur Pemukiman Dinas PUPR Kota Ambon, Rustam Simanjuntak selaku Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dan Telly Nio selaku pihak Swasta pada Jumat (10/6).

"Ketiga saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka RL dari beberapa pihak kontraktor dan beberapa SKPD di Pemkot Ambon," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Dia mengatakan ada saksi yang tidak hadir saat pemanggilan, yakni Koordinator Perwakilan Pemkot Ambon di Jakarta Karen Wolker Dias. KPK akan memanggil ulang untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan.

Sebelumnya, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Ambon Rustam Simanjuntak membeberkan hasil pemeriksaannya di KPK pada Jumat (10/6) malam. Dia mengaku ditanyai penyidik soal gerai retail dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Jadi hari ini hanya dimintai keterangan dari saya itu terkait seputar Pak Richard sendiri, Alfamidi. Jadi kita kan tidak ada kaitan dengan itu Dinas. Dinas Perumahan tidak ada terkait dengan Alfamidi. Karena kita tidak mengeluarkan perizinan. Gitu. Jadi soal IMB dan sebagainya, itu kan di PU," kata Rustam.

Pemeriksaan itu, kata Rustam, juga mengklarifikasi soal dugaan pembakaran dokumen oleh pegawai Pemkot Ambon. Pengakuan Rustam, pembakaran itu merupakan inisiatif Ola Riupassa selaku Kepala Seksi Kawasan Kumuh.

"Iya saya bilang tadi ke penyidik bahwa saya tidak suruh. Itu inisiatif Ola sendiri. Itu saja. Tadi dikonfirmasi itu, atas apa namanya, inisiatif Ola sendiri. Tidak ada suruhan dari saya," kata Rustam Simanjuntak.

Pembakaran itu, kata Rustam, dilakukan Ola tanpa sepengetahuan dirinya. Pada saat itu pun dia mengaku berada di ruangan yang berbeda dengan tempat pembakaran dokumen dilakukan.

Dalam perkara ini, mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka suap pemberian hadiah atau janji perijinan prinsip pembangunan cabang retail di Ambon tahun 2020. KPK juga turut menetapkan dua tersangka lain, yakni Andrew Erin Hehanussa (AEH) selaku staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon dan Amri (AR) selaku karyawan minimarket AM.

Amri diduga menyetorkan uang senilai Rp 500 juta kepada Wali Kota Richard Louhennapessy. Uang setoran tersebut diduga sebagai suap dalam persetujuan prinsip pembangunan 20 gerai AM di Kota Ambon.

Selama kurun 2020, Amri diduga aktif berkomunikasi melakukan pertemuan dengan Richard. Pertemuan itu diduga untuk memuluskan proses perizinan agar proses perizinan retail AM bisa segera disetujui dan diterbitkan.

Lihat juga video 'KPK Pergoki Pegawai Pemkot Ambon Bakar Berkas Diduga Soal Suap Wali Kota':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT