ADVERTISEMENT

Ada Apa Jokowi Terus Berpesan 'Ojo' ke Relawan Jelang 2024?

Zhacky - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 14:55 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi dengan Relawan Tim 7 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara. Dalam acara itu, relawan membacakan Panca Dharma, yang salah satu poinnya bersama Jokowi di 2024.
Presiden Jokowi bersama Relawan Tim 7 di E-Convention Ancol, Jakut. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden Jokowi tak henti memberikan arahan kepada relawannya agar tidak terburu-buru atau gegabah terkait langkah-langkah menuju Pilpres 2024. Terkini, Jokowi memberikan arahan 'ojo dumeh' kepada relawannya setelah sebelumnya berpesan 'ojo kesusu'. Mengapa Jokowi jadi lebih sering memberikan arahan ke relawannya saat ini?

Analisis pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebutkan Jokowi ingin memberikan kesan bahwa relawannya belum menentukan sikap politik terkait 2024. Tapi, Adi melihat ragam pesan 'ojo' dari Jokowi ini justru terlihat paradoks atau bertentangan dengan sikap relawannya.

"Iya kebanyakan ojo tapi relawannya sering ngadain acara. Itu kan satu statement yang cukup paradoks. Satu sisi minta para relawannya ini 'ojo-ojo', ojo kesusu, ojo dumeh, tapi relawannya sering ngadain kegiatan politik," kata Adi kepada wartawan, Minggu (12/6/2022).

"Bahkan, banyak para relawan Jokowi ini secara terbuka dan terang-terangan memang sudah mendukung kandidat tertentu, rata-rata ke Ganjar Pranowo," imbuhnya.

Menurut Adi, ragam pesan 'ojo' dari Jokowi malah memperlihatkan relawan Jokowi sudah tak kondusif. Jika para relawan patuh dengan Jokowi, sebut Adi, semestinya mereka tak mengadakan aktivitas politik.

"Kalau memang relawan Jokowi ini tertib, mau dengarkan Presiden, ya mestinya nggak perlu relawan ini mengadakan aktivitas politik apa pun, mau rakernas kek, mau rapat, mestinya nggak perlu, karena itu dianggap sebagai gerakan politik," katanya.

Menurut Adi, ada dua hal yang dapat 'dipetik' dari sikap Jokowi yang menjadi lebih sering memberikan arahan kepada relawannya'. Salah satunya, sebut dia, karena hanya di depan relawannya Jokowi dapat berbicara hal apa pun.

"Publik ini kan pintar dan cerdas, relawan ini kan mesin politik, alat politik, yang selama ini terafiliasi dengan Presiden. Jadi, nggak perlu juga manis di depan. Orang tahu relawan-relawan ini alat politik untuk menciptakan momentum dan mendukung salah satu calon. Itu satu," kata Adi.

"Kedua, Presiden hanya melalui relawannyalah bisa bicara apa pun, karena di depan partai sudah pasti tidak didengar. Kalau bicara partai, di PDIP tentu ada Megawati di atas segalanya. Partai-partai lain tentu jaga jarak, karena bukan kader partai," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Bantah Usung Jokowi 3 Periode, Projo: Kita Mau Cari Pelanjut Jokowi

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT