ADVERTISEMENT

PPP Heran Wacana Koalisi PKB-PKS Dinamai Semut Merah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 08:26 WIB
Sekjen PPP Arsul Sani (Mochammad Zhacky/detikcom)
Foto: Arsul Sani (Mochammad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani menyambut positif wacana koalisi 'semut merah' PKS-PKB. Namun Arsul menyoroti penamaan koalisi itu dengan 'semut merah'.

"Dalam konteks meningkatkan kualitas peran parpol dalam pilpres 2024, PPP menyambut positif rencana koalisi PKB dan PKS. Kenapa? Karena semakin banyak koalisi, maka semakin membuka kemungkinan Pilpres tidak hanya diikuti oleh 2 paslon seperti 2014 dan 2019," kata Arsul kepada wartawan, Sabtu (12/6/2022).

Wakil Ketua MPR itu menilai jika pilpres 2024 lebih dari 2 pasangan calon (paslon), maka publik akan banyak pilihan. Dia menyakini paslon yang lebih dari 2 itu akan mengurangi keterbelahan seperti pilpres sebelumnya.

"Nah kalau lebih dari 2 paslon berarti, pertama rakyat pemilih juga punya pilihan alternatif. Kedua dengan adanya pilihan alternatif karena lebih dari 2 paslon maka politik identitas yang menyebabkan keterbelahan dan segregasi seperti 2 pilpres lalu akan lebih terminimalisir," katanya.

"Saya kira-kira sudah pernah merasakan di pilpres langsung 2004 di mana boleh dibilang politik identitas tidak berkembang meski konsekuensinya pilpres dua putaran," lanjutnya.

Arsul berharap PKS dan PKB dapat mencari partai yang ingin bergabung dengan koalisi 'semut merah' itu. Sebab, gabungan kursi PKB-PKS di parlemen hanya 17,26%, yang artinya kurang dari syarat presidential threshold 20%.

"Jadi ketika PKB dan PKS ini berencana koalisi, kami justru melihatnya sebagai hal positif bagi demokrasi kita. Semoga mereka mendapat kekuatan politik ketiga untuk melengkapi kekurangannya. Kan masih ada sejumlah parpol yang bisa diajak ke dalam koalisi tersebut," jelasnya.

Baca selengkapnya wacana koalisi semut merah pada halaman berikut.

Simak Video: KIB Buka Peluang Koalisi Semut Merah PKS-PKB Bergabung

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT