ADVERTISEMENT

Mencuat Usul Masakan Minang Disertifikasi Buntut Heboh Nasi Padang Babi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 07:40 WIB
Pro Kontra Netizen Tanggapi Isu Nasi Padang Babi di Jakarta
Ilustrasi (Foto: Instagram/Site Shop)

Geger Nasi Padang Babi

Usaha nasi Padang babi ini terungkap setelah IKM menerima aduan. DPP IKM yang mulanya mengungkap adanya usaha nasi Padang babi yang bernama Babiambo.

"Sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang," kata Ketua Harian DPP IKM Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Anggota DPR dapil Sumbar II John Kenedy Azis sampai menjelaskan arti nama Babiambo. John menerangkan, dalam bahasa Minang, ambo memiliki arti 'saya'.

"Saya terus terang saja, saya sangat menyesalkan ada oknum yang membuat nasi Padang babi, apa namanya, Babiambo. Ambo itu (artinya) kan saya, saya babi," kata anggota DPR kelahiran Padang itu, Jumat (10/6).

Usaha kuliner ini ternyata hanya dijual secara online. Sementara lokasi pemilik ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Usai heboh nasi Padang babi ini, pihak kepolisian hingga pemerintah setempat meminta klarifikasi pemilik usaha. Rupaya usaha nasi Padang babi itu sudah lama tidak beroperasi.

Menurut Sekretaris Lurah Kelapa Gading Timur Yenny Fisdianty, usaha nasi Padang nonhalal itu mulai beroperasi sejak awal pandemi Corona, tahun 2020. Namun usaha hanya berjalan selama 3 bulan.

"Jadi sejak dia buka pas awal COVID ya kalau tidak salah dia usaha karena kena imbas dari COVID, jadi dia usaha resto tersebut dan memang online," kata Yenny saat ditemui di Kantor RW 11, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakut, Jumat (10/6).

"Jadi dia usaha resto tersebut dan memang online, jadi juga tidak terlalu laku makanya dia tutup. Hanya 3 sampai 4 bulan dia usaha, jadi memang saat ini sudah tidak usaha, usaha tersebut sudah ditutup," katanya.

Pemilik usaha nasi Padang babi, Sergio, sempat dibawa ke Polsek Kelapa Gading untuk diperiksa. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengaku belum menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Iya betul (belum diketahui unsur pidana), nanti kita ke tahap lebih lanjutlah," katanya di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6).

Selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Urus Kusut Kabel Semrawut

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT