ADVERTISEMENT

Pengeroyokan Berujung Polisi Ditabrak di Jaksel, KPAI Minta Ortu Awasi Anak

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 08:33 WIB
Komisioner KPAI Retno Listyarti ke Sekolah Korban Persekusi
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan empat perempuan menjadi tersangka terkait kasus pengeroyokan berujung pada penabrakan polisi Bripka HY di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta orang tua turut mengawasi anak.

"KPAI menyayangkan peristiwa pengeroyokan yang dilakukan empat remaja putri (tiga di antaranya usia anak dan satu dewasa) terhadap satu korban berinisial DW (16) diduga karena berlatar belakang asmara," ujar komisioner KPAI Retno Listyarti kepada wartawan, Jumat (10/6/2022).

Retno menyebut peristiwa ini bisa terjadi disebabkan tidak adanya pengawasan orang tua. Retno menilai orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam mengawasi anak masing-masing.

"KPAI mendorong para orang tua melakukan pengawasan dan pengasuhan positif kepada anak-anaknya sehingga peristiwa seperti ini tidak terjadi, apalagi peristiwa terjadi pada dini hari, yaitu pukul 03.00 WIB, yang seharusnya anak-anak berada di rumah bersama keluarganya," tuturnya.

Aksi bullying di media sosial, ucap Retno, diduga menjadi salah satu penyebab pengeroyokan itu. "Seharusnya orang tua maupun orang dewasa lain di sekitar anak ikut berteman dan memantau secara berkala aktivitas medsos putra-putrinya sehingga ortu dapat dapat mencegah atau mengantisipasi potensi terjadinya kekerasan fisik atau pengeroyokan," lanjutnya.

Karena kasus sudah masuk ranah hukum, Retno menambahkan polisi harus menggunakan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Meski begitu, kata Retno, dalam kasus ini para pelaku bisa dikenai pasal berlapis karena ada kekerasan berupa pengeroyokan dan ada pasal melawan petugas.

Kronologi

Tindakan pengeroyokan terhadap korban perempuan itu terjadi pada Kamis (9/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Polisi yang tengah berpatroli lalu menghampiri lokasi pengeroyokan.

Bripka HY lalu mencoba melerai pengeroyokan yang dilakukan pelaku. Nahas tindakan simpatik Bripka HY justru direspons berbeda.

Para pelaku lalu masuk ke mobil dan hendak melarikan diri. Pelaku kemudian menabrak Bripka HY hingga terseret 5 meter.

Laju kendaraan pelaku akhirnya berhenti setelah polisi melepaskan tembakan peringatan ketiga. Tembakan itu diarahkan ke kaca mobil pelaku.


Gegara Rebutan Cowok

Budhi menyebut motif pengeroyokan tersebut adalah kecemburuan. Antara pengeroyok dan korban tengah merebutkan pria yang berada di lokasi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengatakan antara korban dan pengeroyok bertemu secara spontan. Sebelumnya, mereka melakukan bullying satu sama lain.

"Secara spontan. Sebenarnya kedua kelompok perempuan tadi mereka ketemu secara spontan tapi saling kenal. Kemudian mereka punya latar belakang yang sama ada perebutan cowok dan sebagainya, saling bully. Nah, memuncaknya di TKP," jelas Ridwan.

Diketahui DK mengalami beberapa luka di wajah. Penyebabnya, para pelaku menghajar korban sampai berguling-guling di aspal.

"Nah, korban ditinggalin sendirian di aspal gitu," ucap Ridwan.

Karena hal ini, polisi menetapkan empat cewek terkait pengeroyokan itu. Polisi juga menetapkan pengemudi mobil, MAZ (19) menjadi tersangka karena menabrak anggota kepolisian Bripka HY setelah melerai pengeroyokan. Diketahui MAZ tengah terpengaruh alkohol saat mengemudi.

Simak juga 'Polisi Dikeroyok Warga Saat Coba Amankan Jambret di Jaktim':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT