ADVERTISEMENT

7 Fakta Baru Kasus Rekayasa Tabrak Lari demi Asuransi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 07:56 WIB
Konferensi pers soal rekayasa kecelakaan motor di Bekasi (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Foto: Konferensi pers soal rekayasa kecelakaan motor di Bekasi (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria bernama Wahyu merekayasa kecelakaan motor di Kalimalang, Bekasi untuk mendapatkan klaim asuransi jiwa senilai Rp 15 miliar. Skenario tersebut gagal lantaran polisi mencium aroma rekayasa terceburnya motor KLX ke Kalimalang.

Aksi rekayasa dilakukan Wahyu bersama sejumlah orang lainnya. Mereka yakni Dena Surya, Asep Rian Setiawan, dan Abdil Mukti pun jadi tersangka karena memberikan keterangan palsu.

Berikut fakta-faktanya:

1. Otak Rekayasa Kecelakaan Serahkan Diri

Setelah menjadi buron, Wahyu akhirnya menyerahkan diri. Wahyu menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Pusat.

"Iya (menyerahkan diri)," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion ketika dimintai konfirmasi, Kamis (9/6/2022).

Selama ini Wahyu berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. "Selama ini mobile," lanjut Gidion.

2. Alasan Rekayasa Kecelakaan

Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Awang Parikesit mengatakan Wahyu cs sengaja merekayasa kecelakaan karena mengalami kerugian aplikasi koin digital. Mereka mengalami kerugian sebesar Rp 2,8 miliar.

"Mereka nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak mengalami kerugian sebanyak Rp 2,8 miliar karena dia mengikuti aplikasi koin digital EDCCash," kata Awang kepada awak media, Jumat (10/6).

Wahyu mengaku sudah 2 tahun ikut investasi koin kripto EDCCash. Selama itu dia mengaku sudah menginvestasikan uangnya senilai Rp 3 miliar, tetapi belum mendapatkan keuntungan.

"Sudah 2 tahun, kalau untuk untung belum semuanya ya. Jadi total yang saya masuk itu kurang lebih Rp 3,5 miliar, intinya rugi," ujar Wahyu.

Ia mengaku mencoba memalsukan kematiannya karena terimpit kerugian. Wahyu mengaku asuransi-asuransi tersebut ia persiapkan untuk istri dan anaknya.

"Sebenarnya nggak terinspirasi dari mana-mana ya, cuma karena memang kondisi saya terimpit, jadi saya harus membayar beberapa yang harus saya bayar dan itu saya gelap mata akhirnya saya melakukan itu," ucap Wahyu.

3. Perencanaan di Bogor

Awalnya Wahyu, sebagai otak perekayasa mengajak ketiga temannya itu untuk meraup keuntungan pribadi dari klaim asuransi. Wahyu mengaku punya 4 polis asuransi. Wahyu Cs kemudian merancang skenario itu sebulan sebelum hari H, di Ciomas, Bogor.

"Wahyu dan semuanya mereka sudah merapatkan, sudah sepakat sebulan yang lalu kemudian dimatangkan lagi, terjadilah kemarin, inisiasinya dari Wahyu dan kawan-kawan semuanya juga menginisiasi," tutur Kapolres Metro Bekasi, Kombes Gidion Arif pada Senin (6/6).

Baca berita selengkanya di halaman selanjutnya

Simak juga 'Pemuda Bandung Diringkus Gegara Ngaku Dibegal, Padahal Motor Digadai':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT