ADVERTISEMENT

Novel Baswedan: Kepercayaan Publik ke KPK Turun karena Ulah Pimpinannya

M Hanafi - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 16:02 WIB
Novel Baswedan terima jadi ASN Polri dan akan segera dilantik. Bagaimana kabar terbaru soal pelantikannya?
Novel Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan menuding kepercayaan publik terhadap KPK menurun disebabkan ulah Pimpinan KPK. Dia mendorong KPK dibubarkan karena khawatir dengan rencana Ketua KPK Firli Bahuri.

"Ulah pimpinan KPK sekarang ini membuat KPK makin tidak dipercaya masyarakat. Pemberantasan korupsi makin jauh dari harapan. Mendorong KPK dibubarkan khawatir selaras dengan rencana Firli dkk," ujar Novel Baswedan dalam cuitannya seperti yang dilihat detikcom, Kamis (9/6/2022).

Novel menuding pemberantasan korupsi era Firli hanya pura-pura. Dia juga menuding ada pemborosan dalam upaya pemberantasan korupsi di zaman Firli Bahuri.

"Dibiarkan membuat pemberantasan korupsi dilakukan kepura-puraan dan pemborosan,"‬ ujarnya.

Sebelumnya, mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang mengusulkan KPK bubar. Hal itu diutarakan lantaran hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun.

"Saya usul, KPK dibubarkan saja," ujar Rasamala melalui akun Twitternya dan sudah mengizinkan cuitannya untuk dikutip, Kamis (9/6).

Dia menyarankan agar pemerintah memperkuat Kejaksaan dengan memindahkan anggaran KPK ke Kejaksaan. Menurutnya, hal itu bisa membuat kinerja kejaksaan lebih maksimal.

"Perkuat kejaksaan, diawali dengan memindahkan anggaran KPK yang besar itu ke kejaksaan untuk meningkatkan remunerasi jaksa, dengan begitu kita bisa mendorong kinerja Kejaksaan lebih maksimal lagi," katanya.

Soal pencegahan antikorupsi KPK, Rasamala mengusulkan agar hal itu digabung dengan fungsi Ombudsman RI.

"Fungsi pencegahan KPK digabung saja dengan Ombudsman supaya fokus pencegahan," ucapnya.

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap mengaku sedih dengan adanya hasil survei ini.

"Sejujurnya sedih membaca berita ini karena dukungan publik lah yang membuat eksistensi KPK ada selama ini," ujar Yudi dalam akun Twitternya.

Hasil Survei Indikator

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung lebih tinggi dibanding KPK. Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kini sebesar 60,5%.

Survei Indikator digelar pada 18-24 Mei 2022 dengan menyasar warga negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun ke atas yang memiliki telepon. Total responden survei kali ini berjumlah 1.213 orang.

Metode pemilihan sampel dilakukan menggunakan random digit dialing (RDD). Adapun margin of error diperkirakan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Kejagung berada di posisi keempat sebagai lembaga negara paling dipercaya, setelah TNI, Presiden, dan Polri. Namun, secara perolehan angka, jumlahnya justru merosot dibanding angka survei sebelumnya.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kini 60,5%. Sebelumnya, tingkat kepercayaan terhadap Kejagung 70,2%.

Sementara, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun menjadi 59,8 persen. Angka itu merosot jika dibanding survei sebelumnya, yakni 70,2 persen.

Simak video 'Kejagung Lebih Dipercaya Publik Dibanding KPK Versi Survei Indikator':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT