ADVERTISEMENT

KPK Sita 8 Bidang Tanah Bupati Probolinggo Nonaktif Terkait Kasus TPPU

M Hanafi - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 15:37 WIB
KPK melakukan OTT Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Sejumlah barang bukti pun diamankan, salah satunya uang tunai senilai Rp 362.500.000,00.
Bupati Probolinggo nonaktif Puput (kanan) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

KPK menyita delapan bidang tanah Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS). Penyitaan itu terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Puput.

"Tim Penyidik KPK telah melakukan penyitaan delapan bidang tanah sekaligus pemasangan plang sita pada beberapa lokasi yang diduga aset milik tersangka PTS dkk," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).

"Tujuan pemasangan plang sita antara lain untuk menjaga status aset tersebut agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu," sambung Ali.

Aset tersebut, kata Ali, disita untuk mempermudah perampasan saat kasus ini telah berkekuatan hukum tetap. Dia menyebut penyitaan juga dilakukan untuk pemulihan aset.

"Di samping itu, dengan dilakukannya penyitaan diharapkan pada saat tahap penuntutan hingga dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, aset-aset tersebut dapat dirampas untuk negara sehingga optimalisasi asset recovery dapat terwujud," ujar Ali.

Ali mengatakan penyitaan aset ini dilakukan KPK untuk mengembalikan kerugian negara.

"Hal ini sejalan dengan strategi penindakan KPK yang bertujuan tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada setiap pelakunya, namun juga bagaimana mengoptimalkan pengembalian keuangan negara, akibat kerugian yang telah timbul dari perbuatan korupsi tersebut," ujarnya.

Ali menyebut KPK telah melakukan pemulihan aset Rp 179,390 miliar sejak Januari hingga Mei 2022. Capaian itu meningkat sebesar 157 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

"KPK mencatat, pada periode Januari-Mei 2022, telah mengumpulkan asset recovery sejumlah Rp 179,390 miliar. Capaian tersebut meningkat signifikan jika kita bandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp 71,134 miliar atau meningkat sebesar 157%," ujarnya.

Sebelumnya, Puput dan suaminya, Hasan Aminuddin, telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Hakim menyatakan Puput dan Hasan terbukti bersalah dalam kasus suap jual beli jabatan kepala desa. Keduanya kini masih menjalani proses hukum untuk kasus TPPU.

Berikut ini aset yang disita:

1. 1 bidang tanah kavling di Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

2. 1 Unit rumah di Desa Sumber Lele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

3. 1 bidang tanah di Desa Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

4. 2 bidang tanah di Klampokan, Besuk, Probolinggo

5. 3 bidang tanah di Kedungcaluk, Krejengan, Kabupaten Probolinggo

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT