ADVERTISEMENT

Polisi Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Lain di Kasus Khilafatul Muslimin

Wildan Noviansyah - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 12:06 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Brigjen Ahmad Ramadhan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap dan menetapkan pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja, sebagai tersangka karena melanggar UU Ormas. Polisi mengungkapkan adanya kemungkinan pelaku lain dalam kasus tersebut.

"Dan juga kemungkinan bisa berkembang. Seperti yang dikatakan Dirkrimum Polda Metro Jaya, masih bisa berkembang pelaku lainnya. Tapi ini masih proses," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (9/6/2022).

Ramadhan menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait pelaku lain yang terlibat dalam organisasi tersebut. Dia menyebut polisi kini sedang menelusuri siapa saja orang-orang yang terlibat.

"Kita masih terus melakukan pendalaman, kita lakukan penelusuran, siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut," ujarnya.

Ramadhan mengatakan saat ini pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja, tengah diproses di Polda Metro Jaya. Abdul Qadir Baraja disangkakan melanggar UU Ormas.

"Saat ini masih diproses, proses penyidikan yang dilakukan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya terhadap pimpinan tertinggi daripada Khilafatul Muslimin yang ditangkap pada tanggal 7 Mei yang lalu di Lampung. Saat ini proses sedang berjalan, yang ditahan masih yang bersangkutan dengan sangkaan Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 46. Kemudian juga UU Ormas," ujarnya.

Khilafatul Muslimin Ingin Ganti Pancasila Jadi Khilafah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan penangkapan Abdul Qadir Baraja tidak hanya terkait konvoi anggota Khilafatul Muslimin di Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5). Zulpan menyebut ormas itu ingin mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.

"Kelompok ini tawarkan khilafah sebagai pengganti Pancasila. Hal ini bertentangan dengan UU Dasar 1945," kata Zulpan.

Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap di Lampung pada Selasa (7/6) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Dia dijerat dengan Pasal 59 ayat 4 juncto Pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas dan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Penangkapan Abdul Qadir Baraja sendiri dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen, hingga Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Awaludin Amin.

Simak Video 'Pentolan Khilafatul Muslimin Cabang Cirebon Diamankan di Tegal':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT