ADVERTISEMENT

Polres Jakbar Tangkap 6 Tersangka Kasus Suntik Modal Alkes Fiktif Rp 65 M!

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 16:20 WIB
Kapolres Jakbar Kombes Pasma Royce
Kapolres Jakbar Kombes Pasma Royce (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat membongkar kasus investasi fiktif suntik modal alat kesehatan (alkes) senilai miliaran rupiah. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Pada faktanya proyek tersebut fiktif dan tidak terdaftar sebagai distributor alat kesehatan dari Kemenkes Republik Indonesia," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Kasus ini terbongkar setelah korban berinisial BH melapor polisi. Polisi bekerja sama dengan BNPB dan Kemenkes dalam mengungkap kasus tersebut.

Dalam kasus ini, polisi menangkap total 6 pelaku yang memiliki peran berbeda, yaitu RE (41), AS (31), SK (43), YF (37), YD (41), dan NH (33).

Keenamnya digerebek di sebuah apartemen Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polisi juga turut menyita berbagai macam barang bukti, di antaranya uang tunai senilai Rp 452 juta, 8 unit handphone, 1 unit laptop merek HP, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, 2 set tas mewah, 5 surat pembelian emas senilai Rp 20 juta, 10 buku tabungan, 10 kartu ATM, 4 token bank, dan 1 sertifikat apartemen.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan awalnya diketahui dalam kasus ini setidaknya kerugian mencapai Rp 22 miliar.

Namun, lanjut dia, pihaknya kembali mendapatkan informasi korban lain dalam kasus tersebut yang melaporkan ditipu pelaku yang sama. Korban melapor di Polda Jabar, Polda Metro Jaya, hingga Polres Depok. Jika ditotal, kerugian dalam kasus ini mencapai Rp 65 miliar dari total 37 orang korban.

"Jika ditotal kerugian para korban investasi fiktif suntik modal alat kesehatan tersebut mencapai senilai Rp 65 miliar," ujarnya.

Saat ini keenam pelaku ditahan di Polres Metro Jakarta Barat. Atas kasus tersebut, para pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT