ADVERTISEMENT

KPK Duga Wali Kota Ambon Atur Pemenang Berbagai Proyek

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 10:02 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Foto: Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan suap Wali Kota Ambon nonaktif Richard Louhenapessy (RL). KPK menduga Richard mengatur pemenang berbagai proyek di Ambon.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya arahan dari tersangka RL selaku wali kota agar berbagai proyek di Pemkot Ambon dikondisikan pemenangnya dengan menyetor sejumlah uang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).

Saksi itu di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Sirjohn Slarmanat; Ketua Pokja II UKPBJ 2017/Anggota Pokja II UKPBJ 2018-2020, Ivonny Alexandra W Latuputty; Pokja UKPBJ, Jermias F Tuhumena dan Charly Tomasoa.

Ali mengatakan para saksi tersebut diperiksa pada Selasa (7/6). Mereka diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Dalam perkara ini, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka suap pemberian hadiah atau janji perijinan prinsip pembangunan cabang retail di Ambon tahun 2020. KPK juga turut menetapkan dua tersangka lain, yakni Andrew Erin Hehanussa (AEH) selaku staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon dan Amri (AR) selaku karyawan minimarket AM.

Amri diduga menyetorkan uang senilai Rp 500 juta kepada Wali Kota Richard Louhennapessy. Uang setoran tersebut diduga sebagai suap dalam persetujuan prinsip pembangunan 20 gerai AM di Kota Ambon.

Selama kurun 2020, Amri diduga aktif berkomunikasi melakukan pertemuan dengan Richard. Pertemuan itu diduga untuk memuluskan proses perizinan agar proses perizinan retail AM bisa segera disetujui dan diterbitkan.

Simak juga 'KPK Pergoki Pegawai Pemkot Ambon Bakar Berkas Diduga Soal Suap Wali Kota':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT