ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Developer Ubah Lapangan Jadi Rumah Pribadi, Apakah Bisa Saya Gugat?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 08:26 WIB
Ilustrasi rumah
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/BrianAJackson)
Jakarta -

Fasilitas sosial/fasilitas umum (fasos/fasum) perumahan sejatinya menjadi ruang bersama untuk bersosialisasi antar warga. Namun kerap ditemui pengembang malah mengubahnya menjadi properti pribadi. Apakah ini dibolehkan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Perkenalkan nama saya W (tolong disamarkan identitasnya).

Ingin menyampaikan permasalahan di mana sebelumnya di perumahan tempat saya tinggal terdapat fasilitas umum yang dibangun berupa tempat berolahraga (lapangan bulutangkis). Namun sekarang fasilitas umum tersebut telah berubah fungsi atau telah dibangun tempat tinggal beserta warung oleh orang lain yang mengatakan bahwa telah memiliki sertifikat di atas tanah tersebut.

Pertayaan:

1. Apakah ada dasar hukum atau sangsibagi pengembang perumahan yang telah berubah fungsi (menjual) tanah fasilitas umum kepada orang lain?
2. Hal-hal apa saja yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan masalah kami tersebut?
Terima kasih

W
Gorontalo

JAWABAN :

Terima kasih atas pertanyaannya.

Untuk pertanyaan pertama, berdasarkan Pasal 50 angka 14 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 134 UU 1/2011 mengatur setiap orang dilarang menyelenggarakan pembangunan perumahan yang tidak sesuai dengan kriteria, spesifikasi, persyaratan, prasana, sarana, utilitas umum yang diperjanjikan, dan standar.

Lebih lanjut, Pasal 17 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PP 14/2016) menjelaskan standar sarana perumahan paling sedikit meliputi ruang terbuka hijau dan sarana umum. Sarana umum sendiri maksudnya adalah penyediaan sarana paling sedikit meliputi rumah ibadah, taman tempat bermain anak-anak, tempat olahraga, dan papan penunjuk jalan.

Jadi, dalam hal ini, jika yang Anda maksud dengan fasilitas umum adalah sarana umum seperti yang kami jelaskan di atas, maka pada dasarnya penyelenggara perumahan tempat Anda tinggal telah menyelenggarakan pembangunan perumahan yang tidak sesuai dengan standar sarana menurut peraturan perundang-undangan. Selain itu, Anda juga perlu melihat lagi dalam perjanjian jual beli rumah mengenai segala prasarana, sarana, dan utilitas umum yang telah dijanjikan oleh pihak pengembang (developer).

Simak juga 'Tertipu Brosur Rumah, Bisakah Pengembang Kita Pidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT