ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Got Belum Kelar Juga, Banjir Masih Bayangi Warga di Duren Sawit Ini

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Selasa, 07 Jun 2022 15:37 WIB
Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Jakarta -

Kawasan permukiman ini pernah kebanjiran pada Maret lalu. Politikus nasional sampai menaruh perhatian untuk masalah warga ini. Selanjutnya, saluran air (got) dibangun demi membebaskan warga dari bahaya banjir. Namun hingga kini got di permukiman masih berupa karung dan kayu.

Lokasi permukiman yang dulu kebanjiran ini ada di sekitar Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini kawasan permukiman ini belum benar-benar bebas dari risiko banjir. Apalagi hujan masih sering mengguyur Jakarta.

Ada dua proyek got yang dikerjakan demi mengatasi banjir. Pertama, ada di permukiman. Kedua, ada di dekat lahan kosong tempat biang kerok banjir gara-gara got tersumbat urukan lahan. Untuk got di permukiman, kondisinya belum jauh berbeda dari dua bulan silam.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (7/6/2022), penyangga kayu yang dipasang sejak April lalu belum menunjukkan progres signifikan. Kayu itu masih berdiri kokoh di pinggir tumpukan karung.

Warga setempat Handoko (44) menyatakan belum ada kelanjutan proyek tersebut. Kayu yang dipasang itu belum juga ditindaklanjuti oleh petugas terkait.

"Masih sama ya. Kurang tahu kalau dilanjutnya itu kapan," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Selasa (7/6/2022).

Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Saat hujan, kata dia, air cenderung naik. Akibatnya, banjir tak dapat dielakkan.

"Ya kalau hujan, airnya naik. Ya banjir," katanya.

Nantinya, sambung Handoko, saluran air itu berfungsi sebagai jalan air selokan menuju arah Kanal Banjir Timur (KBT). Dengan begitu, nantinya wilayah tersebut tak lagi kebanjiran.

Sayangnya, belum diketahui kapan proyek tersebut selesai. Dia dan warga lainnya turut menunggu progres yang dilakukan oleh petugas.

Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Kondisi saluran air antibanjir di kawasan Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 7 Juni 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

"Saya sih berharapnya bisa tuntas aja. Biar ada hasilnya begitu, biar kita juga warga merasakan dampaknya," tuturnya.

Siang tadi, detikcom juga menyusuri proyek got kedua yang dulu mampet dan menjadi biang kerok banjir. Jaraknya berkisar 100 meter dari lokasi drainase. Got mampet yang sudah di kerok itu kini sudah masuk tahap pengarungan. Belum diketahui kapan tuntasnya.

(azl/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT