ADVERTISEMENT

Kelakar Kepala BIN soal Keris di Meja Hasto Saat Sidang Doktor: Ada Khasiatnya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 19:29 WIB
Suasana sidang promosi doktor Sekjen PDIP Hasto di Unhan (Wilda-detikcom)
Suasana sidang promosi doktor Sekjen PDIP Hasto di Unhan. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menjadi salah satu penguji dalam sidang promosi doktor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sebelum memberikan pertanyaan, Budi tertarik dengan keris dan bunga melati yang selalu ada di meja Hasto.

"Sesuai dengan profesi saya, intelijen. Saya telah menerima laporan, hasil pendalaman atau surveillance intelijen tentang persiapan Saudara promovenus di dalam menghadapi sidang terbuka. Ada indikasi Saudara promovenus telah menggunakan segala rahasia yaitu keris dan bunga. Bunga melati yang setiap saat berada di meja kerja saudara promovenus," kata Budi di uji sidang terbuka promosi doktor di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Senin (6/6/2022).

Budi mengatakan bunga dan keris di meja Hasto memiliki khasiat tersendiri. Budi berseloroh berdasarkan hasil pendalaman intelijen, khasiat dari bunga dan keris itu agar penguji terpukau dan terkesima.

"Konon tidak sekadar bunga dan keris, tapi ada maksud dan tujuannya, memiliki khasiat agar penguji ini terpukau dan terkesima," kata Budi disambut gelak tawa hadirin.

Budi menyebut khasiat dari bunga dan keris itu terbukti saat sidang hari ini. Di mana, kata Budi, disertasi Hasto membuat semua penguji terkesima dan terpukau.

"Terbukti kalau memang semua terkesima, kami semua terpukau dan sulit untuk menanyakan karena begitu hebatnya disertasi yang telah dibuat dan dipaparkan dengan sangat berapi-api," ungkapnya.

Salah satu yang membuat Budi terkesima adalah metode yang digunakan Hasto dalam disertasi ini. Budi menyebut Hasto menggunakan metode kuantitatif di mana pada umumnya akademisi menggunakan metode kualitatif.

"Ada beberapa yang membuat terkesima, bahwa disertasi promovenus ini membahas sebuah diskursus dengan menggunakan metode kuantitatif," ujarnya.

"Kita tahu di dunia akademisi ini, diskursus-diskursus yang dibahas pada umumnya menggunakan metode kualitatif. Sungguh dalam dunia akademik banyak orang-orang yang berani dan mereka saja yang berani membuat tulisan diskursus ini dengan metode kuantitatif. Tepuk tangan buat beliau," ujar Budi.

Diketahui, tak hanya Budi Gunawan, Megawati Soekarnoputri juga menjadi penguji sidang promosi terbuka program doktor Hasto Kristiyanto. Selain itu juga ada Mendagri Tito Karnavian, ada juga Komarudin, Evi Fitriani, Pantja Djati sebagai penguji eksternal. Adapun Mayjen TNI Joni Widjayanto bertindak menjadi ketua sidang didampingi sekretaris sidang Herlina Saragih.

(whn/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT