ADVERTISEMENT

Sempat Buron, 2 Bandit Modus 'Mata Elang' Rampas Motor di Jakbar Diciduk

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 16:00 WIB
poster
Ilustrasi pencurian (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap dua terduga bandit bermodus sebagai debt collector atau 'mata elang' di Kembangan, Jakarta Barat. Total, ada tiga dari empat orang pelaku yang ditangkap.

"Dua orang debt collector yang sempat buron berinisial SB (26) dan YR (22) diamankan setelah terlibat aksi perampasan sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakbar, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Polsek Kembangan mengamankan satu pelaku lain berinisial OYS (31)," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan kepada wartawan, Sabtu (4/6/2022).

Kapolsek Kembangan, Kompol Binsar H Sianturi, mengatakan SB dan YR ditangkap di Tangerang. Dia menyebut keduanya telah beraksi selama satu tahun.

"Para pelaku sudah beraksi selama satu tahun dengan modus mengaku sebagai petugas debt collector, pelaku sudah merampas sepeda motor lebih dari lima kali," katanya.

Binsar mengatakan pelaku menjual motor rampasan kepada penadah. Dia menyebut pihaknya telah mengidentifikasi penadah itu.

"Rata-rata dari hasil penjualan tersebut pelaku menjual dengan harga Rp 3-4 juta, masing-masing pelaku mendapat pembagian sebesar Rp 300-400 ribu," katanya.

Binsar menegaskan pelaku bukan berasal dari leasing resmi. Menurutnya, pelaku selalu mencari sasaran secara acak.

"Mereka hanya mengaku saja sebagai petugas debt collector. Umumnya mereka beraksi secara acak mencari sasaran," kata Binsar.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Reno Apri Dwijayanto menjelaskan petugas debt collector asli akan mendatangi rumah debitur dan tidak menghentikannya di jalan. Menurutnya, mereka beraksi menggunakan aplikasi pengecekan nomor polisi.

"Umumnya mereka para debt collector beraksi dengan menggunakan dan memiliki aplikasi untuk pengecekan nomor polisi baik itu yang ada di PlayStore maupun diinstall langsung dan menanyakan hal tersebut kepada korbannya setelah mereka mengetik nomor polisi dan kemudian memberhentikan kendaraan korbannya," katanya.

"Saran kami agar OJK dan Kominfo melakukan filtering dan dilakukan take down terhadap aplikasi pengecekan nomor polisi yang tidak berizin dari Korlantas Polri," sambungnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/5). Pelaku OYS beraksi bersama tiga rekannya berniat merampas motor milik IR (24).

Namun, saat akan membawa motor korban sempat terjadi duel antara pelaku dan korban. Karena kalah, kemudian pelaku tersebut melarikan diri dan korban sempat mengejar pelaku tersebut dengan ojek online.

Hingga akhirnya pelaku tersebut menabrak orang lain di TKP. Pelaku kemudian berhasil diamankan dengan bantuan warga sekitar.

"Setelah lari dikejar dengan motor ojol. Kemudian salah satu pelaku ini nabrak ibu-ibu. Dia (korban) teriak maling, di massa (diamankan) oleh masyarakat," ujar Reno saat dihubungi, Rabu (1/6).

Simak juga 'Apa Itu Mata Elang dan Bagaimana Cara Menghadapinya?':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT