ADVERTISEMENT

MPR Ajak Kaum Muda Adaptif dan Inovatif Terhadap Kemajuan Teknologi

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 16:11 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Setjen MPR Budi Muliawan
Foto: MPR-Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Setjen MPR Budi Muliawan
Jakarta -

Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Setjen MPR Budi Muliawan menjelaskan globalisasi dan kemajuan teknologi menyebabkan terjadinya disrupsi informasi di berbagai bidang. Salah satunya di bidang pendidikan dan pengajaran.

Menurutnya, pola pendidikan di Indonesia kini berubah menggunakan sistem daring. Terutama sejak pandemi COVID-19 melanda beberapa tahun lalu. Karena itu, guru dan siswa dituntut lebih adaptif dan melek teknologi.

"Pola ini membuat guru harus bisa menggunakan teknologi informasi, salah satunya Zoom," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).

Saat menjadi pembicara dalam dialog 'Peran Mahasiswa dalam Memajukan Bangsa' dan sarasehan bertajuk Menyapa Sahabat Kebangsaan' di Gedung Prof. Ir. Retno Sriningsih, Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/5), pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan dampak disrupsi juga dirasakan pada perubahan gaya hidup dan etika dalam pergaulan. Misalnya saja penggunaan teknologi informasi yang memudahkan orang dalam berkomunikasi.

"Waktu dan jarak sekarang bukan hambatan lagi berkat kemajuan teknologi informasi. Dulu untuk mengirim uang kiriman dari orang tua memerlukan waktu hingga tiga hari lewat Kantor Pos. Saat ini cukup satu menit dengan menggunakan transfer antarbank," ungkapnya.

Kendati demikian, menurut alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu globalisasi dan kemajuan teknologi di sisi lain membawa dampak mengkhawatirkan. Seperti membuat orang lebih suka menyendiri dengan perangkat komunikasinya daripada bersosialisasi secara langsung.

Menghadapi globalisasi dan kemajuan teknologi, Budi Muliawan menegaskan perubahan ini tidak perlu dihindari, namun kita tidak bisa juga larut di dalamnya."Nah agar bisa bertahan maka kita harus mampu beradaptasi. Kalau dalam Ilmu Biologi, makhluk hidup yang bisa beradaptasi dengan lingkungan, dialah yang akan mampu bertahan hidup. Begitu juga sebaliknya," tuturnya.

Dikatakannya dalam menghadapi tantangan zaman, selain harus menguasai ilmu dan teknologi, penting juga memegang nilai-nilai etika dan norma yang ada. Utamanya nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Kita harus tetap memegang nilai dan norma yang ada dalam Pancasila. Nilai-nilai ini harus dijaga dalam menjalankan kehidupan sehari-hari karena akan membawa kita dalam suasana yang saling menghormati dan menghargai di tengah kemajuan zaman," paparnya.

Menurutnya bangsa ini harus memegang erat nilai-nilai luhur bangsa yang bersumber dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena keempat nilai luhur bangsa itu merupakan pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. "Berkat Pancasila, bangsa Indonesia tetap utuh bersatu, tak terpecah belah," katanya.

Di sarasehan yang digelar Biro Humas Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR dan Unnes tersebut, Budi Muliawan mengaku bangga bisa hadir di tengah ratusan anak muda yang merupakan calon guru masa depan. Kepada peserta yang hadir, dia menegaskan pentingnya pendidikan sebagai dasar dan kunci kemajuan bangsa. Untuk itu, guru memiliki peran yang sangat mulia. Sebab tugas guru tidak hanya menjadikan anak pintar, tetapi juga membuat anak paham tentang kehidupan.

Dalam diskusi tersebut, Budi Muliawan juga menyampaikan peran strategis generasi muda dan para mahasiswa. Dia pun mengingatkan kontribusi besar mahasiswa dalam berbagai peristiwa penting, seperti tonggak kebangkitan nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, dan perubahan tatanan politik yang terjadi pada tahun 1966 dan 1998. Dari catatan perjalanan sejarah bangsa itulah, Budi Muliawan menyebut bangsa ini selalu menunggu peran dan kiprah generasi muda.

"Kepada pemuda dan mahasiswa-lah, estafet kepemimpinan bangsa akan diserahkan. Dalam menghadapi perubahan zaman, diharapkan generasi muda meningkatkan kemampuan, adaptif dengan alih teknologi, serta tidak berhenti dalam berinovasi. Juga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara. Hanya dengan cara itulah, generasi muda, mahasiswa, bisa terus berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara," paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Humas Unnes Muhammad Burhanudin berpesan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan inovatif, agar dapat berkontribusi dalam pembangunan negeri. Menurutnya dua hal tersebut dapat memberikan peluang yang lebih besar, dibanding mereka yang hanya berdiam dan pasrah terhadap apa yang ada di hadapannya.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT