ADVERTISEMENT

Di Sarasehan Unnes, MPR Ajak Mahasiswa Aktif dalam Pembangunan Bangsa

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 01 Jun 2022 16:32 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Pelaksana Tugas Deputi Administrasi Setjen MPR RI Siti Fauziah mengingatkan kembali peran penting yang pernah dilakukan pemuda dan mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Sarasehan Kehumasan MPR RI-Menyapa Sahabat Kebangsaan, kerja sama MPR dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Selasa (31/5) lalu.

Dalam acara tersebut, Siti bercerita tentang bagaimana para pelajar di tahun 1908 mendobrak kungkungan penjajahan dengan mendirikan organisasi pergerakan Budi Utomo. Lalu, dua puluh tahun kemudian pada tahun 1928 para pemuda perwakilan seluruh wilayah Indonesia berikrar setia mengucapkan Sumpah Pemuda.

Bahkan hingga tahun 1945, para pemuda turut terlibat aktif dalam membidani lahirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Kenangan seperti ini yang menurut Siti harus terus ditumbuh suburkan agar menjadi inspirasi bagi para mahasiswa, baik saat ini maupun masa depan. Sebab, sepanjang keberadaannya hubungan antara mahasiswa dan bangsa Indonesia selalu beriring, seiya sekata dan tak terpisahkan.

"Di era pembangunan, para pemuda dan mahasiswa juga terlibat aktif, sebagai motor lahirnya gerakan reformasi pada 1998. Gerakan ini menghadirkan amandemen terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ujar Siti dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022).

Titi, panggilan akrab Siti, menjelaskan tagline 'Menyapa Sahabat Kebangsaan' dari acara sarasehan tersebut memiliki makna bahwa semua adalah sahabat MPR. Ia pun berharap semua yang hadir nantinya dapat mengetahui tugas wewenang lembaga MPR, untuk mengukuhkan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat.

Titi pun menegaskan kehadiran MPR ke Unnes bukan untuk menggurui, tetapi mengajak mahasiswa mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ia juga ingin merefresh memori kebangsaan para mahasiswa, mengingatkan bahwa dari zaman sebelum kemerdekaan pemuda dan mahasiswa memiliki peran yang strategis dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

"Tahun 2021 acara ini dilaksanakan di 7 perguruan tinggi di Indonesia, dan pada 2022, Universitas Negeri Semarang merupakan tempat pertama pelaksanaan kegiatan ini," ucapnya.

Setelah Unnes, Titi berharap MPR akan menggelar acara serupa di beberapa perguruan tinggi di kota lain. Dengan demikian, MPR diharapkan akan semakin memiliki banyak sahabat kebangsaan yang siap berkontribusi dalam pembangunan dan menerima estafet pembangunan dimasa yang akan datang.

Selain Siti, acara yang berlangsung di Gedung Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Prof. Ir. Retno Sriningsih Satmoko, Unnes Selasa (31/5/2022) turut dihadiri Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Unnes Mulyo Widodo.

Mulyo menyambut baik kerja sama MPR dengan Unnes dan berharap agar acara sarasehan yang diikuti para mahasiswa dapat memberikan pengalaman berharga yang tidak bisa diperoleh di bangku kuliah. Ia juga berharap semua anak didiknya dapat mengikuti acara tersebut dengan baik dari awal hingga akhir.

"Saya berterimakasih kepada rombongan dari MPR yang mau datang ke Unnes untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi mahasiswa. Semoga semua pengetahuan yang disampaikan di tempat ini bisa diserap dengan baik, dan memberi manfaat baik sekarang maupun masa depan," pungkasnya.

Hadir pula sebagai narasumber Kabag Pemberitaan dan Hubungan antar Lembaga Setjen MPR RI Budi Muliawan dan Kepala UPT Pusat Humas Unnes Muhammad Burhanudin. Keduanya menyampaikan makalah dengan tema 'Peran Mahasiswa dalam Memajukan Bangsa'.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT