Pemkot Depok Usulkan BTT untuk Perbaiki Atap SDN Pancoranmas 3

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Pemkot Depok Usulkan BTT untuk Perbaiki Atap SDN Pancoranmas 3

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 10:15 WIB
Siswa SDN Pancoranmas 3 Depok kembali masuk sekolah usai libur lebaran. Meski dua atap ruang kelas di lantai dua runtuh, pembelajaran tatap muka tetap berjalan.
Atap SDN Pancoranmas 3 yang ambruk (Andhika Prasetia/detikcom).
Depok -

Pemerintah Kota Depok mengajukan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk perbaikan atap SD Negeri Pancoranmas 3 yang rusak. Usulan tersebut telah diajukan minggu lalu.

Koordinator Perencanaan Tata Bangunan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Veni, mengatakan pengajuan tersebut pada 27 Mei 2022. Untuk saat ini pihaknya masih menunggu undangan pembahasan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Sudah kami usulkan di anggaran BTT. Mengusulkan Minggu lalu, usulan berdasarkan survei tim teknis dan belum ada undangan pembahasan dari TAPD," papar Veni saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (2/6/2022).

Adapun tim TAPD disebut Veni terdiri dari Sekretaris Daerah selaku Ketua, Kepala Bappeda, Kepala BPK, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan, Asisten Hukum dan Organisasi, Asisten administrasi, Inspektorat, Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), serta dibantu oleh tim teknis TAPD.

"Ya semoga (pembahasan TAPD bulan ini). (Perbaikan sekolah) sesuai penganggaran dan pengadaan barang dan jasa," ungkapnya.

Veni pun menjelaskan beberapa tahapan sebelum melakukan perbaikan ke sekolah. Salah satunya pekerjaan perencanaan (DED).

"Setelah dapat anggarannya, ada proses pengadaan jasa konsultansi perencanaan, pekerjaan perencanaan (DED), pengadaan jasa kontruksi dan baru fisik atau konstruksinya," imbuh Veni.

Untuk diketahui, SDN Pancoranmas 3 berada di Jl Cagar Alam, Depok, Jawa Barat. Atap dua kelas di lantai dua SDN Pancoranmas 3 Depok ambruk karena hujan deras dan angin pada Selasa (19/4/2022). Puing-puing reruntuhan atap kelas berserakan di lantai. Atap kelas itu jebol dan lantai basah oleh air hujan.

Saat atap ambruk, kelas sedang tidak dipakai murid. Biasanya dua kelas itu dipakai oleh murid kelas VI atau kelas III.

Dinas Pendidikan Kota Depok telah meminta dana penanggulangan bencana untuk memperbaiki kerusakan atap itu.

"Kita sudah mengusulkan dana bencana ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintahan Daerah) atau ke Rumkim (Dinas Perumahan dan Permukiman Depok) itu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto saat dihubungi detikcom via telepon, Kamis (28/4).

Simak juga 'Penampakan Atap Pasar Giwangan Roboh, Timpa 25 Lapak Pedagang':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT