Inspirasi

Bu Nani Berstatus WA Bijak Sempat Kerja di Bank: Jadi Guru Jangan Harap Kaya

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 14:30 WIB
Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Bekasi -

Bu Nani viral karena status WhatsApp (WA)-nya memuat kata-kata bijak bahwa 'nilai ujian tak penting' asalkan orang tua tetap mencintai anak-anak mereka mengejar cita-cita. Mari lebih dekat mengenal Bu Nani. Begini perjalanan hidupnya.

Nani Roswati (42) tak langsung bekerja sebagai guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dia sempat bekerja di perusahaan swasta hingga menjadi pegawai bank.

Di bulan pertama mengajar, Nani mengaku hanya dibayar Rp 150 ribu. Dengan Rp 150 ribu tersebut, Nani harus bisa selamat menjalani hari demi hari. Walau demikian, Nani paham betul pekerjaan menjadi guru bukanlah pekerjaan dengan harapan mendapatkan banyak uang.

"Profesi yang jangan berharap Anda menjadi kaya, jangan berharap Anda banyak uang, itu betul-betul profesi yang membutuhkan keikhlasan yang luar biasa itu adalah mengajar. Karena timpang, saya merasakan gaji Bank BNI kemudian saya mengajar, honor pula, pertama kali saya mendapatkan honor itu 150 ribu," ucap Nani ketika dijumpai di rumahnya, Rabu (25/5).

Salah satu alasan dia ingin berpindah dari pegawai swasta menjadi guru adalah karena ketiga anaknya. Nani bercerita, selama masih bekerja di swasta, tidak ada waktu untuk dirinya bertukar sapa dengan anak-anaknya. Waktunya habis untuk bekerja. Ia berangkat dari pagi buta hingga hari gelap.

"Saya sudah punya putra dan putri, saya merasakan kerja di swasta itu pergi masih gelap pagi-pagi benar, matahari belum muncul saya sudah berangkat dan saat itu putra-putri saya masih terlelap, ketika pulang mereka sudah terlelap. Hati seorang ibu kan, 'Kok saya begini?'. Saya tidak bisa bertanya 'Apa kabar sayang? Apa yang terjadi dalam hidup kamu hari ini?' Jadi saya nggak bisa seperti itu kepada anak saya," tutur Nani.

Walau di awal menjadi guru hanya diupah Rp 150 ribu per bulan, ia tidak putus asa. Menurutnya, rezeki sudah diatur Tuhan. Di samping itu, bertemu dengan anak didiknya menjadi kebahagiaan bagi Nani.

"Tapi bahagia luar biasa ketemu anak-anak dengan segala kompleksitasnya, mulai dari yang pintar, yang biasa-biasa aja, yang nakalnya luar biasa, macem-macem. Itu alhamdulillah banget," ungkapnya.

Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)

Pengalamannya bekerja di perusahaan swasta membuatnya bisa memberikan pengetahuan dan ilmu lebih. Mayoritas siswa SMK yang ingin bekerja setelah lulus. Nani berusaha membuka wacana berfikir siswanya untuk siap menjalani kehidupan di dunia kerja.

"Karena memang SMK itu paradigma berpikirnya itu dengan harapan lulus SMK itu bisa langsung ke dunia industri. Jadi saya bisa menerapkan pengalaman saya selama saya di dunia industri jadi itu bisa mempersiapkan mereka betul-betul, jadi membuka wahana berpikir mereka," ujarnya.

Selain mempersiapkan anak didiknya untuk dapat bekerja ketika lulus, Nani menanamkan mindset kepada murid-muridnya untuk bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

Di luar mengajar mata pelajaran, Nani juga mengajar kesenian. Ia mengajar ekstrakurikuler seperti menari dan menyanyi.

"Kebetulan saya dulu aktif di sanggar, berbekal organisasi itu saya bisa belajar banyak saya pernah nyobain latihan tari, walau kebanyakan tari-tari tradisional. Jadi, kalau dibilang guru harus bisa multitalenta guru ya harus seperti itu, harus bisa menggali potensi," tutur Nani.

Simak juga 'Tekad Guru Honorer Tertua-Bergaji Minim di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/dnu)