Spanduk Firli Maju Pilpres 2024 Muncul, ICW Singgung Pemanfaatan Jabatan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 28 Mei 2022 16:16 WIB
Aktivis anti korupsi dari ICW, Kurnia Ramadhana memberikan pernyataan pers di Gedung Dewan Pengawas KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (11/6/2021).  Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK. Dugaan tersebut terkait penggunaan sewa helikopter oleh Firli Bahuri, beberapa waktu lalu. (ARI SAPUTRA/detikcom)
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Spanduk dukungan Ketua KPK Firli Bahuri untuk maju Pilpres 2024 bermunculan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyinggung soal adanya kepentingan politik dan pemanfaatan jabatan.

"Hal yang dikhawatirkan oleh masyarakat jika kemudian spanduk atau baliho tersebut memang dikondisikan untuk menarik atensi masyarakat demi kepentingan politik dengan mengatasnamakan lembaga KPK dan memanfaatkan jabatannya," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Sabtu (28/5/2022).

Kurnia mendesak Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk menyelidiki hal ini. Menurutnya, hal ini juga perlu diingatkan ke Firli karena bisa berpotensi melanggar Pasal 4 ayat (1) huruf d Peraturan Dewas 2/2020.

"Menjamurnya spanduk atau baliho Ketua KPK mestinya menggerakkan Dewan Pengawas untuk menelusurinya lebih lanjut. Sebab, ini bukan pertama kalinya terjadi," katanya.

Selanjutnya, ICW berharap spanduk atau baliho yang muncul di publik adalah sosok yang menginsipirasi, bukan sosok yang sering melanggar etik.

"ICW berharap tokoh-tokoh dalam spanduk atau baliho ialah figur-figur yang bisa dijadikan teladan bagi masyarakat Indonesia, bukan justru pejabat yang sempat tersandung kode etik berulang kali," ujarnya.

Firli Buka Suara

Sebelumnya, spanduk berisi tulisan dukungan terhadap Ketua KPK Firli Bahuri agar maju Pilpres 2024 muncul. Firli pun buka suara.

"Jika itu dimaksudkan untuk mendukung KPK, untuk memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami bahwa saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Firli mengatakan berulang kali tidak ingin dikaitkan dengan isu pilpres. Dia menegaskan ingin fokus bekerja di KPK hingga jabatannya berakhir pada 2023.

"Saya fokus kerja untuk memberantas korupsi dan saya akan selesaikan tugas saya selaku Ketua KPK sampai tuntas akhir 2023," ujarnya.

Dia mengaku hanya ingin bekerja agar Indonesia bebas dari korupsi. Dia mengatakan hal itu tak bisa dilakukan sendiri sehingga dirinya mengajak orang lain ikut mendukung KPK memberantas korupsi.

"Saya hanya ingin Indonesia bebas dari korupsi. Saya orang kampung dari petani miskin dan saya hanya kerja, kerja. Mari bersama KPK untuk berantas korupsi dan kita semua tentu menginginkan Indonesia bersih dan bebas dari korupsi," sambungnya.

Sementara itu, Plt Jubir KPK Ali Fikri menegaskan pemasangan spanduk tersebut bukan program KPK. Dia mengatakan KPK tak ingin terpengaruh isu Pilpres 2024.

"Pemasangan baliho tersebut, kami pastikan bukan program KPK. Isu politik, khususnya pemilihan Presiden-Wakil Presiden pada 2024, terus mengemuka. Kami berharap isu ini tidak mengganggu fokus kerja pemberantasan korupsi yang menjadi komitmen KPK," ujar Ali.

(azh/jbr)