Satgas Kota Bogor Tempel Stiker Merah ke Toko yang Jual Migor di Atas HET

M Solihin - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 13:29 WIB
Satgas migor Bogor tempel stiker merah di 47 toko yang jual harga di atas HET
Satgas migor Bogor menempelkan stiker merah di 47 toko yang menjual harga di atas HET. (M Solihin/detik)
Jakarta -

Satuan tugas (Satgas) pengendalian harga minyak goreng (migor) Kota Bogor menempelkan stiker dengan warna tertentu di setiap toko minyak goreng curah. Cara ini dilakukan untuk mengendalikan sekaligus menekan harga penjualan minyak goreng curah yang masih melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Penempelan stiker dilakukan di 11 pasar utama di Kota Bogor. Stiker yang ditempelkan memiliki variasi warna sesuai dengan harga migor yang dijual toko tersebut.

"Upaya untuk penurunan harga (minyak goreng curah), kami menggunakan klasifikasi berdasarkan harga. Di mana kategori hijau kalau memang dia menjual sesuai HET, kemudian kalau dia menjual 10 persen lebih tinggi dari HET maka kami beri kategori kuning, sementara kalau lebih dari 10 persen di atas HET, maka kami beri klasifikasi merah," kata Ketua Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng Kota Bogor, Kombes Susatyo Purnomo Condro, Jumat (27/5/2022).

Susatyo merinci kategori hijau adalah toko yang menjual migor curah sesuai HET atau Rp 14 ribu. Sedangkan kategori kuning merupakan toko yang menjual migor hingga Rp 17 ribu. Adapun kategori merah adalah toko yang menjual migor di atas Rp 17 ribu.

"Kami berharap bahwa upaya yang kami lakukan ini, setidaknya dapat menurunkan harga yang di atas Rp 17 ribu per kilo itu bisa kita tekan menjadi di bawah Rp 17 ribu dalam waktu dekat ini," kata Susatyo, yang kini menjabat Kapolresta Bogor Kota.

Susatyo menyebut pihaknya sempat meninjau 95 toko migor di 11 pasar utama di Kota Bogor pada Kamis (26/5). Dari 95 toko yang dikunjungi, 15 pedagang migor sempat dibawa ke Polresta Bogor Kota untuk dimintai keterangan terkait harga jual minyak goreng.

Dari 15 pedagang migor yang diperiksa, Satgas Migor kemudian menyimpulkan ada 8 toko yang masuk kategori hijau, 18 toko masuk kategori kuning, dan 49 toko masuk kategori merah atau menjual migor di atas Rp 17 ribu.

"Hasil pemeriksaan terhadap 15 pedagang kemarin, memang kami menemukan bahwa ada pedagang eceran yang membeli di toko supplier yang sama dengan harga yang sama, tetapi menjual kembali dengan harga yang berbeda sekali, ketika dijual kembali ada yang dengan harga ada yang 17 ribu, ada yang 18 ribu, bahkan ada yang jual sampai 20 ribu," kata Susatyo.

Susatyo mengatakan Satgas Minyak Goreng Kota Bogor, yang merupakan gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Bogor, akan terus mengevaluasi hasil temuan setiap hari hingga harga migor terkendali.

"Tindak lanjut dari hasil pemeriksaan 15 pedagang kemarin, maka hari ini kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pedagang-pedagang ditingkat supplier, sampai mengerucut pada tingkat distributor, sehingga kami bisa mengurai permasalahan perbedaan harga di tingkat pedagang di pasar," tambah Susatyo.

Susatyo menegaskan Satgas Migor Kota Bogor akan bertindak lebih kepada pembinaan agar harga migor curah di Kota Bogor terkendali sesuai HET. Namun, pihaknya akan memberi sanksi terhadap pedagang, supplier ataupun distributor jika terdapat unsur kesengajaan dalam menaikkan harga di luar kewajaran.

"Sampai saat ini masih ada yang menjual sampai harga 18 ribu dan 20 ribu. Contoh di toko ini dia sudah dapat minyak goreng curah dari supplier sudah 17 ribu per kilo, sehingga tidak mungkin menjual 16 ribu apalagi sesuai HET. Nah itu yang akan kita cari permasalahannya," katanya.

(dek/dek)