Tinjau Pasar Kramat Jati, Pangdam Jaya Temukan Harga Migor Masih Tinggi

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 26 Mei 2022 16:34 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto meninjau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok, salah satunya minyak goreng, di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam tinjauannya, Untung masih menemukan sejumlah pedagang yang menjual harga minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET).

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (26/5/2022), terlihat Untung bersama Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono meninjau harga minyak goreng. Mereka berinteraksi langsung dengan para pedagang.

Untung menemukan masih ada pedagang yang menjual harga minyak goreng di atas HET. Harga minyak goreng itu Rp 18-22 ribu per kilogram.

"Hari ini kita datang di Pasar Kramat Jati untuk mengecek distribusi pasar. Harga minyak goreng di Pasar Kramat Jati. Kita ketahui pemerintah sudah menetapkan harga tertinggi eceran, baik di tingkat distribusi maupun eceran," kata Untung.

"Tapi kita lihat hari ini harganya masih cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 22 ribu per kilo atau Rp 18 ribu sekian per kilo. Artinya masih di atas HET," sambungnya.

Untung mengatakan tujuan peninjauan ini adalah mengetahui penyebab harga minyak goreng yang masih tinggi. Untung berharap harga minyak goreng di pasar bisa sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Ini yang perlu kita ketahui permasalahannya apa. Kenapa harga masih cukup tinggi, sehingga kita akan pastikan nanti. Kita hadirkan di sini ada Kapolres dan sebagainya agar harga di pasar bisa sesuai yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Untung mengatakan pihaknya bersama kepolisian dan pemerintah akan menindaklanjuti permasalahan ini. Untung berharap harga minyak goreng nantinya dapat terjangkau oleh masyarakat.

"Itu salah satu yang kita mau lihat. Kenapa sih harga masih cukup tinggi. Apakah ada masalah, apakah ada mafia, itu yang akan kita selesaikan," katanya.

"Dengan kepala pasar kita hanya menggerakkan komitmen kita untuk sama-sama melakukan kegiatan ini agar harga di sini bisa dinikmati oleh rakyat ataupun pedagang dan distributor. Diharapkan semua untung," imbuhnya.

Simak Video: Airlangga Klaim Larangan Ekspor Migor Bikin Stok Melimpah

[Gambas:Video 20detik]



(whn/whn)